Radar Jember - Johann Zarco akhirnya angkat suara soal insiden lap pertama yang menjatuhkan Francesco Bagnaia di seri penutup MotoGP Valencia.
Benturan keras di tikungan 4 itu membuat sang juara dunia dua kali langsung tersingkir, sementara Zarco menerima long lap penalty.
Insiden itu terjadi setelah Fabio Quartararo—yang start dari posisi keenam—mengalami masalah kopling dan gagal melepaskan perangkat holeshot depan.
Bagnaia yang start ke-14 berhasil melakukan start roket dan sudah berada di depan Quartararo.
Melihat Fabio seperti mengalami masalah teknis permanen, Zarco memutuskan menyalip sesama rider Prancis itu secepat mungkin.
Namun, manuver agresif di bawah pengereman membuatnya tak bisa mengerem cukup dalam.
Ketika berusaha menghindari Brad Binder, ia justru melebar dan menabrak sisi Ducati milik Bagnaia.
“Saya sangat menyesal untuk Pecco,” ujar Zarco, dinukil Radar Jember dari laman Crash.
“Saya lihat Fabio kesulitan melepas holeshot. Saya kira motornya bermasalah. Saya ingin segera menyalip agar tidak terjebak di belakangnya. Tapi, saat mengubah arah dan mengerem, saya sulit memperlambat motor dan nyaris menabrak Binder. Untuk menghindarinya, saya melebar dan akhirnya menabrak Pecco,” jelasnya.
Bagnaia langsung terguling ke gravel, mengakhiri musimnya hanya dalam hitungan detik.
Zarco Tahu Akan Kena Penalti
Zarco mengakui benturan tersebut cukup keras dan ia sepenuhnya memahami hukuman yang diberikan.
“Saya tak bisa ikut balapan dengan baik setelah itu. Saya tahu saya akan kena penalti meski niat awal saya menghindari Binder. Tapi jelas saya membuat rider lain jatuh,” ungkapnya.
Rider Tim LCR Honda itu sempat terperosok ke posisi 21 setelah menjalani long lap penalty.
Namun, ia bangkit secara bertahap, mengatur ritme tanpa merusak ban, dan akhirnya finis ke-12 setelah menyalip Joan Mir di lap terakhir.
Marini Antar Honda Naik Kelas Konsesi
Di depan Zarco, Luca Marini mencetak hasil luar biasa dengan finis ketujuh—posisi yang dibutuhkan Honda untuk naik dari kelas konsesi D ke C.
“Target hari ini memang top 10, tapi jika bisa dapat posisi tujuh, itu sangat penting bagi Honda,” jelas Zarco.
“Selamat untuk Marini. Start dari posisi 13 dan bisa finis ketujuh, itu luar biasa,” ungkapnya.
Zarco menutup musim sebagai pembalap Honda terbaik—enam poin lebih baik dari Marini—dan menempati posisi 12 klasemen akhir.
Fokus Baru: Tes Valencia dan Pengembangan Motor 2026
Zarco kini langsung fokus pada tes hari Selasa (18/11) untuk mencoba motor baru Honda.
“Saya senang menutup musim tanpa cedera. Selanjutnya kami akan tes banyak hal di Valencia. Tapi pengembangan besar baru akan dilakukan di Malaysia, Februari nanti. Saya harap bisa menemukan setelan yang sesuai gaya balap saya agar bisa merebut lebih banyak podium musim depan.
Editor : Imron Hidayatullahh