Radar Jember - Jack Miller melontarkan kritik keras kepada Fermin Aldeguer setelah keduanya terlibat insiden pada Sprint Race MotoGP Valencia, Sabtu (15/11).
Kontak itu terjadi saat Miller berada di depan pembalap Gresini tersebut, membuat Aldeguer kehilangan beberapa bagian aerodinamika motor Ducati-nya dan nyaris terjatuh.
Akibat manuver tersebut, Miller dijatuhi penalti turun tiga posisi.
Namun, pembalap Pramac Yamaha itu menilai hukuman tersebut tidak masuk akal.
Tak Terima Penalti: “Ridiculous!”
Miller menjelaskan kronologi insiden itu kepada media.
“Sayangnya, saya bersenggolan dengan Fermin. Saya bisa melihat dashboard, tapi penalti tiga posisi saat saya unggul dua detik dari pembalap di belakang itu konyol,” ujarnya.
Ia kemudian memutuskan menjalani long lap penalty agar tak mengganggu peluangnya di balapan utama.
“Kalau saya tidak menjalankannya, itu bisa memengaruhi race besok. Jadi saya ambil saja,” katanya, dilansir Radar Jember dari laman Motosan.
Namun ia menegaskan hukuman itu tetap tidak adil.
“Saya kehilangan tiga posisi juga karena long lap. Ban saya rusak karena melewati area penalti yang penuh kotoran. Penalti itu tidak valid. Tidak mungkin menyalip pembalap yang terus melepas rem ketika sejajar,” katanya.
“Dia Lepas Rem saat Sejajar, Ya Jelas Akan Kontak!”
Miller mengaku sudah mengatur strategi untuk menyalip Aldeguer setelah keluarnya tikungan pertama.
“Saya sudah punya rencana. Begitu saya sejajar dengannya, dia mulai melepas rem. Saya terpaksa makin masuk ke dalam. Pada akhirnya ya pasti kontak—kami berdua sama-sama melepas rem,” ungkapnya.
Ia menilai Aldeguer memaksakan situasi.
“Kalau dia pikir saya mau menyalip, langkah paling masuk akal adalah mengerem dan mengambil jalur dalam. Tapi kalau balap seperti itu—melepaskan rem saat sejajar—itu memaksa kontak. Tidak benar,” tegasnya.
Baca Juga: Tak Peduli Rossi, Marc Marquez Tegaskan: Kami Tak Saling Membutuhkan, tapi MotoGP Butuh Kami Berdua!
“Ini Bukan Balapan, Ini Menghindari Motor!”
Miller bahkan menyebut gaya balap generasi lebih muda seperti Aldeguer semakin berbahaya.
“Anak-anak muda banyak yang begitu. Kalau terus memaksa masuk ketika lawan sedang menyalip, kontak tinggal menunggu waktu. Itu hukum fisika. Jalurnya makin menyempit,” ungkap Miller.
Ia menambahkan bahwa ia mencoba melakukan overtaking bersih.
Namun, justru pembalap lain yang membuatnya mustahil.
“Kalau kamu menyalip bersih, mereka malah membuatnya sulit dengan melepas rem dan nyaris memotong ban depanmu. Ini bukan balapan, ini main elak-motor,” katanya.
Baca Juga: MotoGP Portugal 2025: Akhir Pekan Pahit bagi Bagnaia, Pelajaran Berharga untuk Bulega
Miller Soroti Konsistensi Steward MotoGP
Tak berhenti pada insiden tersebut, Miller juga mengkritik inkonsistensi Race Direction.
“Lihat minggu lalu: apa yang terjadi dengan Binder? Tidak ada penalti. Dengan saya? Tidak ada penalti. Lalu sekarang, tiba-tiba ada,” katanya.
Miller bahkan menyinggung insiden motor berasap yang tetap dibiarkan balapan.
“Saya kena penalti sepuluh menit sesi karena motor saya berasap. Tapi kita lihat motor lain yang setengah race keluar asap dan tetap menang. Saya didenda 3.000 Euro untuk hal yang sama,” sesalnya.
Ia menutup komentarnya dengan nada kesal.
“Konsistensi itu tidak ada. Jelas sekali,” sergahnya.
Editor : Imron Hidayatullahh