Radar Jember - Meski belum sepenuhnya pulih dari cedera, Marc Marquez terus memenuhi agenda media usai menjuarai MotoGP 2025.
Pembalap asal Cervera itu tampil di program El Larguero pada Selasa lalu, membawa replika trofi kejuaraan dunia kesembilannya— karena versi resmi, katanya, “belum diserahkan oleh pihak MotoGP.”
Namun, yang paling mengejutkan bukan trofi, melainkan penampilannya tanpa gendongan tangan.
Marquez mengungkap, itu hasil izin khusus dari dokter hanya sehari sebelumnya.
“Senin lalu Madrid libur, tapi saya minta dokter untuk tetap buka agar bisa periksa. Kami menduga mungkin bisa lepas gendongan, tapi hasil CT harus bagus dulu. Untungnya hasilnya baik, jadi saya bisa tampil tanpa gendongan. Kalau olahraga intens masih pakai penahan ringan, tapi dua minggu lagi akan rontgen lagi untuk evaluasi,” jelas Marquez.
“Saya sudah balapan dengan dua sekrup bengkok fi lengan!”
Marc juga mengisahkan kondisi lengannya yang masih menyimpan sekrup bengkok sejak cedera parah di Jerez 2020.
“Dokter menemukan dua sekrup lama dari operasi bahu sebelum patah tulang humerus. Saat jatuh di Jerez, salah satunya bengkok—dan saya tetap balapan dengan itu. Tapi tidak masalah. Dokter dan saya sudah tahu, tugas saya adalah beradaptasi. Saya bekerja lebih keras agar orang membicarakan hasil saya, bukan lengan saya,” tegasnya.
Baca Juga: Aleix Espargaro: Ada Orang Tua yang Mengira Anaknya Bakal Jadi Marquez atau Rossi Berikutnya!
Tolak risiko di Valencia, fokus ke 2026
Meski sempat berharap bisa tampil di seri terakhir Valencia, Marquez memilih realistis.
“Awalnya saya ingin balapan di Valencia sekadar untuk menutup musim. Tapi setelah dipikir, risikonya terlalu besar dan tak ada manfaat buat 2026. Hanya karena keinginan pribadi, saya bisa kehilangan lebih banyak,” ujarnya.
Ia menargetkan kembali menunggangi motor untuk tes pramusim di Sepang, bahkan jika belum 100 persen fit.
“Untungnya saya cedera setelah mengamankan gelar juara dunia. Kalau yang juara malah Alex (Marquez), saya juga akan ikut bangga,” kata Marc sambil tersenyum.
Menurutnya, musim depan sang adik akan menjadi lawan terberat.
“Kalau tidak ada perubahan, Alex adalah rival utama saya tahun depan. Dia akan pakai Ducati 2026, dan kalau dia menang, ya hebat! Saya tetap membela warna Ducati Factory, dia di Gresini. Tapi, kami selalu bekerja sama, itu cara terbaik untuk berkembang,” ungkapnya.
Soal Rossi: MotoGP butuh kami berdua!
Marquez juga menyinggung soal hubungan dinginnya dengan Valentino Rossi.
“Kadang seseorang melihat meja ini hitam, yang lain bilang putih. Saya melihatnya putih, Rossi mungkin melihatnya beda. Sampai titik tertentu, kita tak perlu terus memperdebatkannya,” katanya.
Ia menegaskan tak peduli dengan opini Rossi soal peluangnya menyamai rekor 10 gelar dunia.
“Jujur saja, saya tidak peduli. Saya fokus pada orang yang bisa memberi nilai tambah dalam hidup saya. Di MotoGP, sensasi dan drama memang menjual, tapi intinya: dia tidak butuh saya, saya tidak butuh dia. Namun, olahraga ini butuh kami berdua,” ucap Marquez.
Baca Juga: Percakapan Panas Valentino Rossi dan Dani Pedrosa di MotoGP Sepang 2015 Terbongkar: Dia Anak Sial*n!
“Empat tahun penderitaan itu saya yang memilihnya!”
Menutup wawancara, Marquez mengakui gelar kesembilan ini adalah yang paling berat dalam kariernya.
“Yang ini paling sulit. Dulu semuanya mengalir, gelar datang satu demi satu. Sekarang, setelah empat tahun penuh rasa sakit, saya akhirnya damai dengan diri sendiri,” tuturnya.
Ia juga mengaku cedera panjang itu bertahan karena keputusan yang ia buat sendiri.
Baca Juga: MotoGP Portugal 2025: Akhir Pekan Pahit bagi Bagnaia, Pelajaran Berharga untuk Bulega
“Cedera itu bertahan empat tahun karena keputusan saya. Ya, saya mendapat saran, tapi keputusan akhir selalu di tangan pembalap. Saya tidak ingin dikenal karena kesalahan itu. Sekarang luka itu tinggal kenangan—artinya saya berhasil melewati dan kembali jadi juara,” tutupnya.
Editor : Imron Hidayatullahh