Radar Jember - Akhir pekan MotoGP di Portimao menjadi salah satu momen terberat bagi tim Ducati Lenovo.
Dua pembalapnya, Francesco Bagnaia dan Nicolo Bulega, mengalami nasib berbeda.
Sang juara dunia bertahan, Bagnaia, justru terjatuh dan gagal finis. Sementara si rookie, Bulega, melanjutkan proses adaptasinya sebagai pengganti Marc Marquez.
Kamis: Awal dengan Rasa Canggung
Segalanya dimulai pada hari Kamis (6/11), saat Bagnaia dan Bulega menjalani sesi jumpa pers.
Bagnaia tampil dengan ekspresi serius, mengakui ada keraguan terhadap feeling motornya sejak sebelum sesi latihan dimulai.
Sementara itu, Bulega justru bersemangat, ingin memanfaatkan kesempatan langka mengendarai motor MotoGP pabrikan Ducati.
“Di lap-lap awal, saya kesulitan mengerem karena ban langsung kehilangan grip. Tapi setelah sedikit panas, saya mulai merasa lebih nyaman dan bisa mengerem lebih kuat,” ungkap Bulega kepada kru teknisnya.
“Perlindungan motor sudah baik, saya senang. Sekarang saya merasa sedikit lebih aman di atas motor,” tambahnya.
bbBaca Juga: Bagnaia Kaget dengan Debut Bulega di MotoGP Portugal: Dia Tak Perlu Banyak Saran, Sudah Kuat dari Awal!
Sabtu: Diskusi Teknis dan Kekecewaan
Selama latihan dan kualifikasi, Bagnaia terlihat sibuk memberi masukan kepada tim serta berbagi saran dengan juniornya.
“Tikungan 1 dan 5 terasa bagus, tapi tikungan 3 dan 13 masih kurang. Kamu bisa masuk lebih dalam di beberapa sektor, apalagi dengan ban baru,” ujar Bagnaia kepada Bulega di paddock.
Namun, hasil di lintasan tidak berjalan mulus.
Menjelang sprint race, Bulega mengaku frustrasi.
“Di lap terakhir saya benar-benar kacau, kehilangan empat detik di tikungan terakhir. Begitu saya menarik rem, bagian depan langsung menutup. Saya bahkan tak sempat bereaksi,” keluhnya.
Bagnaia pun menghadapi kesulitan serupa.
“Balapan hari ini berjalan sangat lambat, hampir tanpa grip. Sejak awal pekan saya sudah bilang cengkeraman motornya sangat kurang,” katanya kepada teknisi Ducati.
Minggu: Akhir Pekan Tanpa Hasil
Saat balapan utama tiba, tensi di garasi Ducati meningkat.
Bagnaia yang sempat menempati posisi keempat kehilangan kendali dan terjatuh, membuat peluang podium kembali sirna.
Sementara itu, Bulega finis di urutan ke-15, menutup debut keduanya di tim pabrikan dengan hasil yang belum memuaskan.
“Paruh kedua balapan baru saya mulai memahami cara mengatasi beberapa masalah. Di awal saya tidak percaya diri, apalagi aspal kemarin membuat semuanya makin sulit,” kata Bulega setelah lomba.
Musim Penuh Tekanan bagi Bagnaia
Bagi Bagnaia, GP Portugal menjadi kelanjutan dari tren negatif setelah tampil inkonsisten pasca-libur musim panas.
Meski masih menjadi pembalap kunci Ducati, ia belum menemukan keseimbangan pada motor Desmosedici GP25 yang terus berubah setelan.
Sementara itu, Bulega dinilai menunjukkan kemajuan bertahap—pembelajaran penting menjelang seri terakhir di Valencia.
Editor : Imron Hidayatullahh