Radar Jember - Debut Nicolo Bulega di kelas MotoGP pada GP Portugal mendapat apresiasi langsung dari Pecco Bagnaia.
Juara dunia dua kali MotoGP itu menilai Bulega mampu beradaptasi dengan cepat saat menggantikan Marc Marquez di tim pabrikan Ducati pada dua seri terakhir musim 2025.
Bulega bukan sosok asing di ajang Grand Prix.
Ia memiliki 99 kali start di Moto3 dan Moto2, serta merupakan mantan anggota VR46 Academy bersama Bagnaia.
Namun, adaptasinya di MotoGP tetap menjadi tantangan besar, mengingat perbedaan karakter ban dan gaya pengereman dari motor Superbike.
Baca Juga: Nicolo Bulega Akui ‘Bahagia tapi Gugup’ Jelang Debut MotoGP Gantikan Marc Marquez
Adaptasi Ban Jadi Tantangan Utama
Bulega lolos kualifikasi di posisi 18 dan gagal masuk Q2 hanya selisih satu detik.
Ia kemudian terjatuh dalam sprint race, yang disebutnya akibat kurang menguasai karakter ban depan Michelin—jauh berbeda dengan ban Pirelli yang ia gunakan di WorldSBK.
Namun pada balapan utama, Bulega bangkit dan mencetak poin pertamanya di MotoGP dengan finis di posisi 15.
Bagnaia: Dia Sudah Kuat sejak Awal
Bagnaia menilai performa Bulega patut diapresiasi.
“Dia tidak banyak butuh nasihat,” ujar Bagnaia, dinukil Radar Jember dari laman Crash.
“Ia sudah sangat kuat sejak awal. Hanya saja ia kurang beruntung saat sprint. Finis dengan poin pada debut pertama sudah sangat bagus. Di Valencia, ia bisa melangkah lebih jauh,” tambahnya.
Secara kecepatan, Bulega bahkan hanya sekitar 0,8 detik per lap lebih lambat dari Bagnaia—yang kemudian terjatuh pada lap ke-11.
Menuju Valencia dan Peran Besar untuk Masa Depan Ducati
Selain pindah kembali ke WorldSBK pada 2026, Bulega akan menjadi bagian penting dari pengembangan prototipe Ducati untuk musim 2027.
Bos Ducati, Davide Tardozzi, menilai dua balapan terakhir musim ini serta tes Valencia akan menjadi kesempatan ideal bagi Bulega untuk mengumpulkan data dan memahami karakter motor MotoGP sebelum terlibat dalam program pengembangan tersebut.
Editor : Imron Hidayatullahh