Radar Jember - Rilis video terbaru dari Dorna yang kembali mengulas insiden kontroversial antara Valentino Rossi dan Marc Marquez di Sepang 2015 memicu perdebatan baru di kalangan penggemar MotoGP.
Momen yang terjadi satu dekade lalu itu disebut sebagai salah satu titik paling panas yang memecah dukungan publik dalam dunia balap.
Jurnalis MotoGP, Manuel Pecino, mempertanyakan alasan Dorna kembali mengangkat insiden tersebut.
“Ini adalah salah satu momen paling menyedihkan dalam sejarah kejuaraan. Peristiwa yang memecah dua kubu fans. Dan sekarang, setelah 10 tahun, mereka mengungkitnya lagi. Padahal ada banyak cerita penting lain dalam satu dekade terakhir,” ujar Pecino di kanal Youtube PecinoGP.
Menurutnya, langkah Dorna terasa lebih seperti strategi untuk memancing penonton, bukan memberi nilai sejarah atau analisis baru.
Marquez Sekarang Superhero, Kenapa Diingatkan ke Masa Saat Ia Dianggap Villain?
Sementara itu, komentator Antonio Lopez menilai timing video tersebut sangat tidak tepat, terlebih melihat perjalanan Marc Marquez dalam beberapa musim terakhir.
“Marc sekarang adalah seorang superhero. Ia datang dari cedera parah, berkali-kali operasi, pindah tim, dan berhasil kembali menjadi juara. Ada begitu banyak hal positif yang bisa diangkat,” tegasnya, dikutip Radar Jember dari laman Motosan.
Antonio menyebut wajar bahwa pada 2015 Marquez dan Rossi berada dalam tensi kompetitif yang ekstrem.
Namun menurutnya, menggarisbawahi sisi “villain” Marc Marquez saat ia sedang berada di puncak kebangkitannya terasa tidak relevan.
“Kalau dia adalah pahlawan sekarang, kenapa harus menggali masa ketika dia dianggap sebagai penjahat? Itu tidak masuk akal,” tambahnya.
Antonio juga mengakui bahwa saat itu Marc bersaing bukan hanya untuk menang, tetapi juga agar pembalap tertentu tidak menang—sebuah situasi yang jarang terjadi dalam balap.
Sepang 2015 Sudah Berakhir. Sekarang Fokus pada Era Baru!
Baik Pecino maupun Antonio sepakat bahwa baik Rossi maupun Marquez sudah lama melampaui momen tersebut.
“Keduanya sama-sama pernah memainkan taktik keras, itu bagian dari kompetisi. Tapi sekarang sudah berlalu,” ujar Antonio.
Pecino menutup dengan pesan untuk melangkah maju.
“Valentino sudah pensiun bertahun-tahun. Ia sudah memberikan semua yang ia bisa. Sekarang mari fokus pada para pembalap yang masih berada di lintasan,” pungkasnya.
Editor : Imron Hidayatullahh