Radar Jember - Sudah satu dekade berlalu sejak insiden kontroversial antara Valentino Rossi dan Marc Marquez di MotoGP Malaysia 2015.
Namun, tensi dan perdebatan mengenai momen itu rupanya belum juga padam.
Menandai peringatan 10 tahun kejadian yang dikenal sebagai “Sepang Clash” itu, Dorna dan Liberty Media merilis dokumenter terbaru berjudul Sepang Clash: 10 Years On melalui kanal Youtube resmi MotoGP.
Dokumenter berdurasi hampir 30 menit itu kembali membongkar detik-detik ketegangan yang terjadi di sirkuit Sepang.
Termasuk momen yang sebelumnya jarang diungkap ke publik: percakapan Rossi dengan Dani Pedrosa di parc fermé menjelang podium.
“Saya Hanya Ingin Menghabisinya!”
Setelah balapan selesai dan Pedrosa meraih kemenangan, kamera menangkap Rossi dalam keadaan sangat emosi.
Sejenak setelah turun dari motor, beberapa kru Yamaha menghampirinya.
“Saya sudah tidak bisa balapan lagi, saya hanya ingin menghabisinya,” kata Rossi kepada kru tim Yamaha.
Sementara itu, di belakang podium, saat Pedrosa menanyakan apa yang sebenarnya terjadi di trek, Rossi menjawab tanpa menahan kata-kata.
“Dia anak sialan,” kata Rossi, merujuk pada Marc Marquez.
“Dia sengaja menghalangi saya. Di titik pengereman dia mendorong saya keluar, lalu berhenti di tengah tikungan. Sama seperti di Phillip Island,” lanjut Rossi.
Pernyataan itu menggambarkan betapa memanasnya pertarungan di penghujung musim 2015, ketika Rossi tengah bersaing ketat memperebutkan gelar juara dunia melawan Jorge Lorenzo.
Kontroversi itu kemudian berdampak besar, termasuk hukuman penalti yang membuat Rossi harus start dari posisi paling belakang di seri penutup Valencia.
Akhir musim itu, gelar pun jatuh ke tangan Lorenzo — dan perdebatan mengenai apakah Marquez “ikut campur” masih menjadi salah satu konflik paling ikonik dalam sejarah MotoGP.
Satu Dekade Berlalu, Bara Masih Menyala
Meski hubungan keduanya kini jauh lebih dingin daripada terbuka bermusuhan, kehebohan Sepang Clash tetap menjadi topik favorit di kalangan fans MotoGP.
Dokumenter terbaru ini kembali menyulut nostalgia sekaligus membuka kembali luka lama.
Hingga kini, Rossi vs Marquez adalah rivalitas yang tidak pernah benar-benar berakhir.
Editor : Imron Hidayatullahh