Radar Jember – Francesco Bagnaia memilih melihat sisi positif dari akhir pekan di MotoGP Malaysia, Minggu (26/10/2025), meski harus mundur dari balapan utama akibat ban bocor.
Pembalap Ducati itu mengaku tetap puas dengan progres besar yang ia dan tim lakukan sepanjang rangkaian lomba di Sepang.
Bagnaia memulai akhir pekan dengan kondisi sulit—ia gagal menembus Q2 pada hari Jumat (24/10/2025) dan kembali mengalami masalah kestabilan pada salah satu motor GP25 yang ia gunakan.
Namun situasi berubah total ketika kualifikasi. Bagnaia merebut pole position, bahkan mendominasi Sprint Race, hanya seminggu setelah tampil buruk di Australia.
Pada balapan utama, Bagnaia memimpin di awal, namun pemilihan ban depan medium membuatnya mudah disalip pemenang lomba, Alex Marquez, sejak lap kedua.
Meski begitu, Bagnaia menilai keputusannya soal pemilihan ban tidaklah keliru.
Masalah yang mengakhiri balapannya justru datang di lap 12 dari total 20: ban belakang motor Bagnaia mengalami kebocoran.
Ia bertahan di lintasan hingga lap 18 sebelum akhirnya memutuskan berhenti dan mengakhiri balapan.
“Kami melakukan pekerjaan yang sangat baik, meski tidak bisa menyelesaikannya dengan hasil terbaik,” ujar pria yang akrab disapa Pecco itu, dinukil Radar Jember dari laman Crash.
“Pilihan ban depan bukan masalah utama. Saya tetap bisa melakukan pengereman kuat untuk bertahan dari Acosta. Kami berada dalam pertarungan ketat, dan tanpa ban bocor, saya rasa masih bisa bersaing untuk posisi kedua,” tambahnya.
Meski balapan berakhir pahit, Bagnaia menilai feeling motor dan kestabilan sudah meningkat signifikan—dan itu menjadi modal penting untuk dua seri terakhir musim ini.
“Akhir pekan ini sangat positif dalam banyak hal. Kami akan mencoba mempertahankan progres ini. Tapi saya tidak mau terburu-buru. Kita lihat saja saat tiba di Portimao,” pungkasnya.
Editor : Imron Hidayatullahh