Radar Jember - Menjadi rekan setim Marc Marquez di tim Repsol Honda adalah pengalaman yang tak semua pembalap bisa alami—dan Joan Mir tahu persis betapa beratnya masa itu.
Dalam wawancara eksklusif dengan di DAZN, Mir menceritakan tantangan besar yang ia hadapi sepanjang musim 2023, tahun terakhir Marquez bersama Honda.
Musim Tersulit Bersama Honda
Musim 2023 menjadi periode kelam bagi Honda.
Bahkan Marc Marquez, sang juara dunia delapan kali, tak mampu menemukan cara untuk membuat RC213V kompetitif.
“Situasinya sangat rumit,” ungkap Mir.
“Marc sudah bertahun-tahun bersama motor itu, dia tahu Honda luar dalam. Tapi bahkan dia tak bisa mendapatkan hasil yang kami harapkan. Itu sangat berat, baik untuknya maupun untukku,” ungkapnya.
Mir menggambarkan kondisi tim saat itu seperti spiral negatif.
“Kami berdua mencari solusi yang sama, tapi setiap kali mencoba bersaing dengan pembalap lain, kami malah jatuh atau cedera. Semakin keras mencoba, hasilnya justru semakin buruk,” kenangnya.
Belajar dari Marc Marquez Tanpa Merasa Tertekan
Meski dalam situasi sulit, Mir mengaku banyak belajar dari Marquez, terutama dalam hal memahami karakter motor Honda.
“Marc banyak membantu. Saya belajar banyak tentang bagaimana mengendalikan motor itu. Tapi ada atau tidak ada dia, tekanan yang saya rasakan sama saja,” ujar Mir.
Menurutnya, menjadi rekan setim Marc Marquez bukan beban tambahan.
“Tekanan dengan adanya dia sebagai rekan setim atau tidak, tidak banyak mengubah saya. Saya tetap harus berusaha keras keluar dari situasi sulit,” katanya menegaskan.
Kagum dengan Bakat dan Kebangkitan Marc Marquez
Mir juga tak ragu mengakui bakat luar biasa Marquez yang kini kembali berjaya setelah masa kelamnya di Honda.
“Dia pembalap super berbakat yang bisa beradaptasi dengan apa pun. Semua orang tahu, kalau dia pindah ke motor terbaik, dia akan menang. Jadi, kebangkitannya bukan kejutan buat saya,” ujar Mir.
Kini, Marquez benar-benar bangkit dari keterpurukan—merebut kembali gelar juara dunia MotoGP setelah masa tersulit dalam kariernya.
Mir pun menutup dengan refleksi pribadi.
“Musim 2023 adalah yang paling sulit dalam hidup saya. Banyak kecelakaan, saya tak pernah merasa nyaman dengan motor, secara mental benar-benar menghancurkan saya,” katanya.
Editor : Imron Hidayatullahh