Radar Jember - Francesco Bagnaia mengakui bahwa musim ini menjadi salah satu yang paling berat dalam karirnya.
Sang juara dunia Ducati berbicara jujur dalam program terbaru DAZN berjudul “Marc, di Sisi Lain Garasi” yang menyoroti bagaimana rasanya menjadi rekan setim Marc Marquez.
Bagi Bagnaia, berbagi garasi dengan pembalap selevel Marc Marquez adalah pengalaman yang intens, penuh pelajaran, namun juga tekanan mental luar biasa.
Baca Juga: Ducati Kacau Tanpa Marquez! Bagnaia Mati Kutu, Aprilia Bisa Rebut Panggung Lagi di MotoGP Malaysia
Dari Marc Marquez, Kita Selalu Bisa Belajar
Dalam potongan wawancara yang ditampilkan, Bagnaia menegaskan bahwa Marquez adalah sosok yang selalu bisa memberinya inspirasi.
“Saya bisa belajar banyak darinya, seperti biasa. Marc adalah seseorang yang telah mengubah olahraga ini sejak awal. Dari dedikasinya, dari cara kerjanya, dia selalu membuat perbedaan,” kata pria yang akrab dipanggil Pecco itu.
Ia juga mengakui kekagumannya terhadap kemampuan adaptasi Marquez terhadap setiap perubahan motor.
“Saya tahu betul bahwa Marc bisa cepat dengan motor apa pun. Kalau dia ubah total setting motornya, dia tetap bisa mencatat waktu yang sama. Itu luar biasa,” lanjutnya.
Baca Juga: Dulu Dianggap Gagal, Kini Menang di Australia! Trackhouse Ubah Nasib Raul Fernandez di MotoGP
Marc Bisa Melakukan Hal yang Tak Bisa Dilakukan Pembalap Ducati Lain
Bagnaia menilai gaya balap Marc Marquez sangat berbeda dari pembalap Ducati lainnya.
“Dia bisa melakukan hal-hal yang tak bisa saya lakukan. Saya sudah mencoba, tapi malah jatuh. Hanya dia yang bisa menekuk motor empat atau lima derajat lebih dalam tanpa kehilangan kendali,” ungkapnya.
Kemampuan ekstrem Marc Marquez di tikungan, menurut Bagnaia, adalah salah satu aspek yang membuat sang delapan kali juara dunia tampak “di luar logika manusia”.
Musim Terberat Bagi Bagnaia
Meski sempat memulai musim dengan kepercayaan diri tinggi, Bagnaia kini mengaku menjalani tahun terberat dalam kariernya.
“Sejak awal, saya sadar melawan pembalap seperti dia membuat saya berkembang. Tapi sulit ketika kamu tahu potensimu dan tak bisa menunjukkannya. Itu membuat saya hampir menyerah secara mental,” ucapnya jujur.
Namun, ia menambahkan bahwa tekanan itu pula yang membentuk kekuatan baru dalam dirinya.
“Entah dari mana datangnya kekuatan itu, tapi mungkin justru karena semua kesulitan itu saya masih bisa bertahan,” kata pembalap 28 tahun itu.
“Kalau Kamu Lemah, Marc Bisa Melemahkanmu Lebih Dalam”
Bagnaia tak menutup-nutupi betapa sulitnya berada satu tim dengan Marc Marquez yang memiliki motor dan kondisi sama.
“Ketika kamu punya rekan setim seperti Marc, yang tampil luar biasa dengan motor yang sama, itu berat. Kamu bisa kehilangan rasa percaya diri. Kalau kamu sedang lemah, kehadirannya bisa membuatmu semakin lemah,” tutup Bagnaia.
Ucapan jujur Bagnaia ini menegaskan betapa besar bayangan Marc Marquez di dalam garasi Ducati.
Bukan hanya bagi lawan, tetapi bahkan bagi sang juara dunia sendiri.
Editor : Imron Hidayatullahh