Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

Krisis Bagnaia dan Performa Aprilia Bikin Ducati Harus Siap Lempar Uang Jika Mau Tetap di Puncak Bersama Marc Marquez

Imron Hidayatullahh • Selasa, 21 Oktober 2025 | 20:26 WIB
Marc Marquez menjelang MotoGP Mandalika, Lombok, Indoneisa.
Marc Marquez menjelang MotoGP Mandalika, Lombok, Indoneisa.

Radar Jember - Kemenangan ganda Aprilia di MotoGP Australia tidak hanya mengguncang peta persaingan musim ini.

Namun, juga memanaskan situasi di balik meja negosiasi tim-tim besar.

Di tengah absennya Marc Marquez karena cedera, kelemahan Ducati mulai tampak jelas—dan ironisnya, hal itu justru memperkuat posisi Marquez dalam pembicaraan kontrak lanjutan setelah 2026.

Padahal, fokus utama Ducati seharusnya adalah membantu Marquez mengejar gelar dunia ke-9.

Namun, perhatian kini beralih pada krisis performa Pecco Bagnaia yang makin dalam sejak jeda musim panas.

Dari dominan menjadi tak berdaya, penurunan drastis sang juara bertahan menjadi tanda tanya besar di dalam tim.

“Sejujurnya saya tidak tahu apa yang terjadi sejak Austria. Lebih baik saya lupakan saja,” ucap Bagnaia frustrasi usai akhir pekan buruk di Phillip Island, yang ia sebut sebagai pengalaman “tak terlukiskan.”

GP25 Jadi Teka-teki Besar Ducati

Situasi ini membingungkan Ducati karena motor GP25 yang sama sebelumnya membawa Bagnaia meraih kemenangan ganda di Motegi, kini justru terasa mustahil dikendalikan.

Dalam sprint race di Australia, Bagnaia finis lebih dari 30 detik di belakang pemenang dengan kecepatan rata-rata 2,5 detik lebih lambat per lap.

Motor yang seharusnya menjadi senjata pamungkas Ducati malah disebut sang juara bertahan sebagai “troli belanja tiga roda” karena tak stabil di lintasan.

Ironisnya, Fabio Di Giannantonio yang menggunakan versi motor serupa justru tampil impresif dan finis kedua.

“Motor memang banyak goyang di Phillip Island, tapi saya tetap bisa melaju cepat,” ujar pembalap VR46 itu, yang bahkan menembus podium meski bertarung sambil menahan demam.

Marquez Jadi Aset Paling Berharga Ducati

Ketergantungan Ducati pada Marc Marquez kini muncul pada saat paling rumit.

Semua kontrak pembalap pabrikan akan berakhir pada 2026, dan pasar pembalap tahun depan diperkirakan akan jadi “gempa besar”.

Marc Marquez, yang kembali ke performa terbaiknya, kini memegang kendali penuh atas masa depannya.

Bagnaia sendiri mengakui hal itu tanpa basa-basi.

“Kalau Marc ada di sini, mungkin dia sudah di podium. Tapi saya tak bisa menghentikan motor ini dari terus bergoyang,” katanya jujur.

Pernyataan itu, ditambah dominasi Aprilia tanpa kehadiran Marc Marquez, menjadikan sang juara delapan kali sebagai aset paling berharga di pasar.

Ducati, yang sejak pandemi menahan diri dari kontrak berbayaran tinggi, tampaknya harus meninjau ulang kebijakan itu jika tak ingin kehilangan satu-satunya pembalap yang benar-benar bisa membawa mereka tetap di puncak.

Editor : Imron Hidayatullahh
#aprilia #Fabio Di Giannantonio #pecco #Bagnaia #marc marquez #ducati #MotoGP