Radar Jember – Marco Bezzecchi akhirnya buka suara soal insiden keras yang melibatkan dirinya dan Marc Marquez dalam MotoGP Indonesia di Sirkuit Mandalika, Minggu (5/10).
Pembalap asal Italia itu mengakui sepenuhnya kesalahannya setelah kecelakaan yang menyebabkan Marquez—sang juara dunia 2025—mengalami patah tulang bahu kanan.
Pria 26 tahun itu sempat dilarikan ke rumah sakit di Mataram untuk menjalani pemeriksaan medis sehingga tak sempat memberi pernyataan usai balapan.
Beberapa hari kemudian, ia memecah keheningan lewat unggahan di media sosial pribadinya.
“Hari ini saya membuat kesalahan dan sayangnya melibatkan Marc juga. Saya benar-benar minta maaf padanya dan seluruh timnya. Sekarang waktunya fokus untuk memulihkan diri,” tulis Bezzecchi dalam akun Instagram-nya.
Dalam blog pribadinya, Bezzecchi menjelaskan lebih detail tentang kejadian di lap awal balapan tersebut.
Pembalap Tim Aprilia itu mengaku masih sulit menerima hasil pahit di Mandalika, apalagi akhir pekan itu semula berjalan sempurna baginya.
“Sampai sebelum kecelakaan, semuanya luar biasa. Saya punya kecepatan yang hebat, berhasil merebut pole position, dan memenangkan Sprint hari Sabtu,” kenang pembalap Italia itu.
“Meski start saya buruk dan sempat turun ke posisi delapan, saya bisa menyalip Fermin di tikungan terakhir dan menang di Sprint terbaik musim ini,” tambahnya.
Namun, semua berubah drastis di balapan utama hari Minggu.
“Saya punya ritme kuat untuk menang. Tapi di lap awal, setelah start yang kurang bagus, saya agak terjebak di tengah grup. Saat memasuki sektor kedua, saya melaju sedikit terlalu cepat dan akhirnya menabrak bagian belakang motor Marc. Kami berdua keluar lintasan—Marc langsung terjatuh, saya juga menyusul beberapa detik kemudian,” ungkapnya.
Bezzecchi mengaku langsung khawatir melihat kondisi Marc Marquez setelah insiden tersebut.
“Benturan itu sangat keras. Begitu saya bangun, saya langsung menghampirinya dan melihat dia kesakitan—saya tahu ada yang patah. Saya minta maaf di tempat. Itu murni kesalahan saya. Dalam balapan, hal seperti ini bisa terjadi, tapi kali ini saya yang salah,” katanya.
Insiden tersebut bukan hanya memukul mental Bezzecchi, tetapi juga memperparah cedera yang ia alami sejak Sprint di Jepang.
“Ini pukulan berat, baik secara mental maupun fisik. Tubuh saya masih belum pulih sepenuhnya sejak insiden di Jepang. Sekarang saya punya dua minggu untuk pemulihan sebelum ke Phillip Island,” ucapnya.
Meski kecewa, Bezzecchi menegaskan tekadnya untuk bangkit dan menutup musim dengan hasil terbaik.
“Perebutan posisi ketiga klasemen masih terbuka. Saya yakin, begitu kondisi saya pulih, saya bisa kembali bersaing di depan. Saya akan jadikan kejadian di Mandalika ini sebagai pelajaran berharga untuk tumbuh lebih kuat,” tutupnya.
Editor : Imron Hidayatullahh