Radar Jember – Tak hanya mengenang masa kejayaannya, Jorge Lorenzo juga membocorkan sedikit rahasia di balik negosiasi kontrak dan sistem bonus besar di dunia MotoGP.
Dalam sebuah podcast, Lorenzo menjelaskan bahwa para pembalap MotoGP umumnya memiliki manajer yang mengurus negosiasi dengan tim.
“Biasanya kami punya manajer yang mengurus semuanya. Negosiasi dimulai dari gaji dasar, lalu bonus,” jelas Lorenzo.
Menurutnya, nilai bonus bisa sangat tinggi, bergantung pada hasil balapan.
“Bonus kemenangan bisa mencapai 100–150 ribu Euro (sekitar Rp 2,8 miliar), posisi kedua sekitar 70 ribu, dan ketiga 30 ribu Euro. Ada juga yang menegosiasikan bonus untuk pole position,” katanya.
Lorenzo sendiri mengaku pernah menjadi pembalap dengan kontrak tertinggi di grid, sebelum akhirnya Marc Marquez memecahkan rekor itu.
“Saya pernah jadi pembalap dengan kontrak tertinggi, lalu Marquez menggandakannya. Saya dengar kontraknya di Honda dulu mencapai 20 juta Euro (Rp 280 miliar) per musim selama empat tahun,” ungkap Lorenzo.
Selain membahas kontrak, Lorenzo juga menyoroti munculnya talenta muda Pedro Acosta, yang dinilainya bisa menjadi ancaman bagi dominasi Marquez di masa depan.
“Kalau melihat usia dan bakatnya, saya rasa Acosta adalah yang paling mungkin menantang Marquez,” ujarnya.
Dengan pengakuan ini, Lorenzo sekali lagi membuka tabir dunia MotoGP yang jarang diketahui publik—penuh strategi, bakat, dan angka fantastis di balik layar.
Editor : Imron Hidayatullahh