Radar Jember - Drama seputar hubungan Valentino Rossi dan Marc Marquez kembali mencuat menjelang MotoGP Mandalika.
Semua bermula saat Rossi hadir di Jakarta untuk meluncurkan livery spesial tim VR46 yang akan dipakai Fabio Di Giannantonio dan Franco Morbidelli di MotoGP Indonesia 2025.
Dalam sesi tanya jawab, Rossi mendapat pertanyaan tentang siapa rival terberat sepanjang kariernya.
Jawaban “The Doctor” cukup lugas: “Saya punya banyak rival hebat, tapi pilihannya antara Casey Stoner, Jorge Lorenzo, Max Biaggi, dan Dani Pedrosa. Mungkin Lorenzo, karena kami lama jadi rekan setim. Itu bukan hanya rivalitas, lebih mirip kisah cinta,” ucapnya sambil bercanda.
Tak ada nama Marquez di daftar tersebut.
Padahal keduanya kerap beradu sengit di lintasan, termasuk konflik besar pada 2015 yang merusak hubungan mereka.
Menanggapi hal itu, Marquez yang tiba di Mandalika pada Kamis (2/10) memberikan klarifikasi santai.
“Karena kami memang tidak pernah bertarung memperebutkan gelar juara,” kata sang juara dunia 2025.
Ia pun menegaskan bahwa komentarnya bukan bermaksud merendahkan Rossi.
“Bukan, bukan! Bukan begitu maksudnya. Saat saya datang ke MotoGP, rival terbesar saya waktu itu, misalnya, adalah Jorge Lorenzo. Lalu bergeser ke Andrea Dovizioso,” jelasnya.
Pernyataan ini menegaskan bahwa meskipun Rossi dan Marquez sempat terlibat duel panas di trek, keduanya memang tidak pernah benar-benar bersaing langsung untuk satu mahkota juara dunia.
Editor : Imron Hidayatullahh