Radar Jember – Fabio Quartararo berharap MotoGP Indonesia 2025 di Sirkuit Mandalika bisa jadi titik balik Yamaha.
Juara dunia 2021 itu meyakini penggunaan ban belakang Michelin dengan konstruksi berbeda akan membuka peluang bagi dirinya untuk tampil kompetitif sekaligus menyajikan balapan yang lebih seru.
Penampilan Quartararo di seri sebelumnya, di Motegi, memang mengecewakan.
Minimnya grip belakang membuatnya tertinggal hingga 21 detik dari pemenang lomba dan hanya finis kedelapan.
Namun di Mandalika, Michelin menghadirkan ban dengan konstruksi lebih kaku, yang biasanya dipakai di trek dengan permukaan abrasif tinggi.
Quartararo punya kenangan manis di Indonesia.
Sejak Mandalika masuk kalender MotoGP pada 2022, ia sudah dua kali naik podium. Posisi kedua di edisi perdana dan ketiga pada 2023.
Tahun lalu, ia menutup balapan di urutan ketujuh.
“Indonesia bisa jadi trek yang bagus untuk kami. Di Motegi kemarin kami kesulitan karena kurang grip. Mari lihat bagaimana nanti di Mandalika dengan ban berbeda ini. Saya rasa bisa jadi balapan yang menyenangkan,” kata Quartararo usai acara Yamaha di Taiwan, dilansir dari laman Crash.
Meski enggan berbicara muluk soal target, Quartararo optimistis bisa meraih hasil positif.
“Saya tidak mau terlalu banyak bicara sebelum balapan. Tapi kalau harus memilih sirkuit di mana kami bisa dapat balapan menyenangkan, Mandalika adalah salah satunya,” ujarnya.
Yamaha sendiri masih berjuang di papan bawah klasemen konstruktor.
Musim ini, pabrikan Iwata itu baru sekali naik podium di grand prix–lewat Quartararo di Jerez.
Sementara itu, rival asal Jepang, Honda, justru berhasil finis podium di Motegi lewat Joan Mir yang menempati posisi ketiga.
Dengan lima seri tersisa, Yamaha kini berada di posisi buncit klasemen konstruktor, terpaut 40 poin dari Honda.
MotoGP Mandalika bakal jadi kesempatan penting bagi Quartararo dan Yamaha untuk membuktikan diri.
Editor : Imron Hidayatullahh