Radar Jember - Valentino Rossi dan tim Pertamina Enduro VR46 resmi meluncurkan livery spesial untuk MotoGP Indonesia yang digelar akhir pekan ini di Sirkuit Mandalika.
Peluncuran dilakukan dalam sebuah acara di Jakarta, Selasa (3/9), dengan nuansa budaya khas Nusantara yang dituangkan dalam desain motor Ducati Desmosedici.
Warna kuning fluo khas Rossi tetap mendominasi identitas tim.
Namun kali ini dipadukan dengan merah-putih sebagai representasi bendera Indonesia sekaligus wujud dukungan dari Pertamina selaku sponsor utama.
Yang paling menyita perhatian adalah motif batik Lombok yang menghiasi fairing motor.
Corak ini terinspirasi langsung dari batik khas Nusa Tenggara Barat, yang juga menjadi ornamen visual di area run-off Sirkuit Mandalika.
“Kami bangga membawa identitas Indonesia kembali ke lintasan MotoGP. Mandalika terasa seperti rumah kedua bagi kami. Melalui livery ini, kami ingin memperkuat ikatan dengan Pertamina Lubricants dan semua fans di Indonesia,” ujar Rossi, pemilik tim VR46 sekaligus legenda MotoGP dengan tujuh gelar juara dunia.
Namun di balik euforia peluncuran livery, respons warganet Indonesia justru berbelok arah.
Kolom komentar akun Instagram resmi VR46 Racing Team ramai dengan pertanyaan dan sindiran soal bahan bakar yang digunakan motor MotoGP.
Hal ini mengingat Pertamina menjadi sponsor tim.
Sindiran ini muncul di tengah isu kelangkaan bahan bakar Shell di Indonesia.
Netizen melontarkan komentar pedas, bahkan menyeret nama Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia.
“Kira-kira bensinnya pakai Shell apa Pertamina?” tulis akun @superlot***.
“WOI GUE MAU NANYA, INI YANG DI BALAPAN DI MANDALIKA PAKE BENSINYA APAAN? SHELL KAN LAGI GA ADA STOCK, MASA PAKE PERTAMAX TURBO RON 92?” tulisnya lagi.
“Harusnya ada nama @bahlillahadalia sebagai kontroler bahan bakar Pertamina,” tulis @mm_adi****.
“Pertamina sponsornya tapi bensinnya gak pake Pertamina,” sindir akun @wasawi****.
“@bahlillahadalia tolong tim ini suruh pakai bbm Pertamina. Jangan cuma pasang stiker. Anda kan paling jago nekan,” imbuh @lukasy***.
Peluncuran livery batik Lombok di Mandalika pun akhirnya bukan hanya jadi perayaan budaya, tapi juga memantik perdebatan warganet soal urusan bahan bakar.
Editor : Imron Hidayatullahh