Radar Jember - Joan Mir akhirnya bisa tersenyum lebar. Setelah 1.422 hari menunggu, juara dunia MotoGP 2020 itu kembali meraih podium, sekaligus menjadi hasil terbaiknya bersama Honda.
Podium itu diraihnya di Sirkuit Motegi, Jepang, Minggu (28/9).
Hasil manis ini sekaligus mengakhiri rentetan panjang 67 balapan tanpa podium yang dideritanya sejak terakhir kali naik podium di Portimao pada November 2021 bersama Suzuki.
Sejak saat itu, cedera, motor Honda yang tak kompetitif, serta nasib buruk membuatnya lebih sering gagal finis.
Mir bahkan mencatat 29 kali gagal menyelesaikan balapan sejak awal musim lalu.
Catatan itu menempatkannya sebagai juara dunia MotoGP dengan “paceklik podium” terpanjang kedua di era mesin empat tak.
Hanya kalah dari Nicky Hayden yang mengalami 82 balapan tanpa podium di akhir kariernya.
“Sejak memutuskan pindah ke Honda di masa sulit, kami tahu hasil buruk bisa saja datang. Tapi saya tidak membayangkan akan selama ini,” ujar Mir, dilansir Radar Jember dari laman Crash.
“Periode ini sungguh sangat sulit. Saya tidak pernah menyerah, selalu mencoba melihat sisi positif. Karena itu, rasanya luar biasa bisa kembali ke podium,” tambahnya.
Bangkit di Motegi
Kebangkitan Mir di Jepang dimulai sejak sesi latihan, Jumat (26/9), di mana ia menempati posisi keempat.
Lalu, kejutan besar hadir di kualifikasi ketika ia berhasil memecah dominasi Ducati dan start dari barisan depan.
Di Sprint Race, Mir finis keempat setelah bertarung ketat dengan Marc Marquez.
Di balapan utama, Mir tampil tenang.
Setelah menempati posisi keempat di awal, ia berhasil menyalip Pedro Acosta di pertengahan lomba untuk merebut podium ketiga.
Ia menutup balapan dengan jarak aman tiga detik dari Marco Bezzecchi (Aprilia).
“Saya menikmati setiap lap. Setelah sekian lama tidak bisa bertarung di grup depan, rasanya luar biasa. Saya sangat senang untuk tim, terutama di Jepang, tempat yang sempurna untuk kebangkitan ini. Honda layak mendapatkannya,” ungkap Mir.
Ingatkan Publik Akan Prestasi
Meski sempat terpuruk, Mir menegaskan pencapaiannya tidak boleh dihapus begitu saja.
“Dalam olahraga, Anda seolah hanya dihargai dari hasil terakhir. Tapi saya tahu apa yang sudah saya capai. Orang-orang yang benar-benar paham MotoGP tentu menilainya dengan adil,” katanya.
Sang juara dunia 2020 itu menegaskan performanya di Motegi bukanlah kebetulan.
“Potensinya sudah ada sejak lama, hanya saja hasilnya belum bisa kami satukan. Target saya sebenarnya hanya finis lima besar, tapi ada kesempatan lebih besar, dan saya memanfaatkannya,” tegas Mir.
Dengan tambahan 22 poin dari Motegi, Mir kini mengoleksi 72 poin dan naik ke posisi 15 klasemen sementara MotoGP 2025.
Editor : Imron Hidayatullahh