Radar Jember - Persiapan menuju Pertamina Grand Prix of Indonesia 2025 di Pertamina Mandalika International Circuit kian intens.
Salah satu fokus utama saat ini adalah proses patching aspal atau perbaikan permukaan lintasan yang dikerjakan pada Selasa (23/9/2025).
Pekerjaan ini dipimpin Muhammad Awallutfi Andhika Putra, Track, Race, Electronic, and Motorsport Manager MGPA sekaligus Clerk of the Course MotoGP Mandalika.
Ia menjelaskan, metode magic patching yang digunakan telah menjadi standar sejak 2022 dan diakui para ahli internasional.
Kenapa Patching Diperlukan?
Lintasan Mandalika tidak hanya dipakai untuk MotoGP.
Tetapi juga ajang balap nasional maupun internasional sepanjang tahun.
Intensitas tinggi dan insiden di trek kerap menimbulkan goresan, retakan, atau kerusakan kecil.
“Setiap accident atau insiden balapan pasti melukai permukaan lintasan. Karena itu, perawatan berkala seperti patching ini menjadi bentuk komitmen kami untuk memastikan kualitas aspal selalu prima ketika MotoGP berlangsung,” jelas Awallutfi Andhika.
Tahapan Patching Aspal
Dilansir Radar Jember dari laman MGPA, patching dilakukan dengan tahapan sistematis sesuai standar internasional.
Mulai dari pendataan kerusakan, pembersihan area, penggunaan perekat tekot, pengisian bitumen dan agregat, pemadatan dengan mulet atau hammer, hingga finishing abu batu agar tekstur permukaan kembali rata.
Menurut Awallutfi, teknik magic patching di Mandalika sudah mendapat apresiasi dari FIM Safety Officer dan pembalap MotoGP.
Grip lintasan dinilai konsisten, aman, serta bebas dari bekas goresan berbahaya.
“Dari tahun ke tahun, komentar yang kami terima sangat positif. Permukaan aspal Mandalika tetap prima dan konsisten karena kami rutin melakukan perawatan,” ungkap Awallutfi.
Komitmen MGPA
Direktur Utama MGPA Priandhi Satria menegaskan, patching bukan sekadar pekerjaan teknis.
Namun, bagian dari tanggung jawab besar menjaga reputasi Mandalika sebagai sirkuit kelas dunia.
“Aspal adalah jiwa dari sebuah sirkuit. Kami di MGPA selalu memastikan lintasan Mandalika berada dalam kondisi terbaik, karena di sinilah keselamatan pembalap dan kualitas balapan dipertaruhkan,” ujar Priandhi.
Ia menambahkan, seluruh proses patching dilakukan dengan standar ketat serta pengawasan langsung dari tim teknis dan masukan FIM.
“Kami tidak bisa main-main dengan lintasan. Sedikit saja kerusakan bisa berpengaruh besar pada balapan. Hasilnya, Mandalika selalu mendapatkan apresiasi positif dari FIM, Dorna Sports, pembalap, maupun tim MotoGP,” pungkasnya.
Editor : Imron Hidayatullahh