Radar Jember - Kemampuan Marc Marquez untuk cepat menyesuaikan gaya balap dengan set-up dan situasi berbeda jadi kunci utama dominasi luar biasanya di MotoGP 2025.
Ia layaknya “bunglon” di atas motor.
Menurut sang juara, kelenturan teknis itulah yang membuatnya konsisten cepat meski kondisi motor atau trek berubah.
“Ya, itu salah satu kekuatan gaya balap saya,” kata Marquez, dilansir Radar Jember dari laman Crash.
“Kadang, misalnya di Catalunya, pada lap ketiga FP1 saya sudah cetak 1:39,1— lalu sepanjang akhir pekan kami tidak bisa memperbaikinya lagi. Saya punya kemudahan untuk berkendara dengan cara berbeda, dengan set-up berbeda, tapi tetap menemukan waktu putaran yang sama. Memaksimalkan poin kuat dari gaya berkendara saya dan kelebihan motor adalah hal penting di 22 seri Grand Prix,” ungkapnya.
Statistik musim ini menggambarkan dominasi Marquez: 512 poin setelah 16 putaran.
Lebih dari dua kali lipat perolehan Francesco Bagnaia (237).
Bahkan menyalip 508 poin yang sempat dibutuhkan Jorge Martin untuk merebut gelar musim lalu selama 20 seri.
Dengan keunggulan itu, Marquez berpeluang memastikan gelar MotoGP 2025 di Motegi, akhir pekan ini, jika mampu mengungguli adiknya, Alex Marquez, selisih hanya tiga poin.
Marquez menjelaskan pendekatannya bersifat pragmatis: menyesuaikan diri langkah demi langkah sepanjang balapan.
“Kita akan jalani dua balapan seperti biasa. Bertahap dari hari Jumat supaya kompetitif di sprint, lalu di Grand Prix,” ujarnya menatap balapan di Jepang.
Ia menambahkan adaptasi cepat antara gaya berkendara dan set-up sebagai modal utama untuk mempertahankan performa tinggi sepanjang musim.
Editor : Imron Hidayatullahh