Radar Jember - Marc Marquez tinggal selangkah lagi memastikan gelar juara dunia kesembilan di MotoGP.
Ia bisa memastikan gelar itu akhir pekan ini di Motegi, Jepang.
Gelar tersebut juga akan menjadi titel ketujuhnya di kelas utama sejak debutnya pada 2013.
Sosok yang sangat mengenalnya, Livio Suppo, mantan manajer tim Honda dan Ducati, menilai kebangkitan Marquez di musim 2025 adalah sesuatu yang luar biasa.
Suppo mengakui dirinya tak menduga dominasi sang pembalap bakal sedahsyat ini.
“Saya tahu dia cepat, tapi tidak pernah terpikir bisa mendominasi sejauh ini. Dia masuk ke mood di mana semakin sering menang, semakin tenang, dan jadi tak terkalahkan,” ujar Suppo, dilansir Radar Jember dari laman GPOne.
Suppo menyinggung dua kesalahan awal musim di Austin dan Jerez.
Tetapi, setelah itu Marquez langsung bangkit dan masuk ke “gelembung hasil positif” seperti pada 2014 ketika memenangi 10 balapan beruntun.
Ia bahkan mengingat momen di Mugello 2015 ketika Marquez mengaku percaya diri hanya karena datang dari lima kemenangan beruntun.
Selain faktor mental, kondisi rival juga berpengaruh.
Cedera Jorge Martin dan jatuhnya performa Pecco Bagnaia membuat jalan Marquez lebih lapang.
“Selama empat tahun tanpa Marc, tikus-tikus bisa bermain. Sekarang kucingnya kembali, semua jadi shock,” ujar Suppo.
Bagi Suppo, Marquez berbeda dengan Valentino Rossi.
Jika Rossi menikmati sekadar ikut bertanding, Marquez hanya bahagia saat menang.
“Kalau tidak menang, dia tidak bersenang-senang,” tegasnya.
Spekulasi mulai mengarah ke 2027, saat regulasi teknis baru dan pemasok ban Pirelli akan hadir.
Ada rumor bahwa Marc dan Alex Marquez bisa satu tim di Ducati.
“Secara media pasti besar, tapi secara teknis saya tidak tahu. Tidak mudah berada di dekat Marc, meski Alex adalah orang yang paling mengenalnya,” tambah Suppo.
Soal masa depan, bahkan kembalinya Marc ke Honda pun masih mungkin.
“Itu akan romantis, tapi bergantung pada performa motor baru Honda. Honda memberinya segalanya di awal karier. Tapi Ducati yang membangkitkan kariernya setelah empat tahun neraka. Sulit sekali bagi Marc untuk memilih,” pungkas Suppo.
Editor : Imron Hidayatullahh