Radar Jember - Davide Brivio punya segudang pengalaman bersama Yamaha dan Suzuki, bahkan sukses membawa Suzuki jadi juara dunia MotoGP.
Kini, ia memimpin Trackhouse, tim independen yang berusaha bertahan dan bersaing di tengah dominasi pabrikan raksasa.
Brivio mengaku, bekerja di tim independen menghadirkan tantangan unik.
“Di pabrikan, kita bisa lebih banyak memengaruhi strategi, memilih pembalap, dan arah pengembangan motor," ungkap Brivio dikutip Radar Jember dari laman Motosan.
"Tapi di tim independen, fokusnya justru lebih ke sisi komersial: mencari sponsor, menutup biaya, bahkan bagaimana tim bisa bertahan. Itu sulit, tapi keputusan bisa lebih cepat karena langsung berhubungan dengan pemilik,” jelasnya.
Pabrikan vs Independen: Jurang Masih Lebar
Meski regulasi membuat motor satelit kini lebih setara, perbedaan dengan tim pabrikan tetap nyata.
“Anggaran tim independen jauh lebih kecil, begitu juga kemampuan membayar pembalap. Gap memang sedikit mengecil, tapi pabrikan tetap punya keunggulan besar dalam sumber daya,” kata Brivio.
Menurutnya, membina talenta muda kini jauh lebih sulit.
“Dulu tim independen bisa mengembangkan pembalap sendiri. Tapi sekarang, rookie langsung diikat kontrak pabrikan, lalu ditempatkan di tim satelit. Kalau tanpa kerja sama, tim independen harus sangat kreatif mencari pembalap berbakat,” ungkap Brivio.
Fokus pada Raul Fernandez
Brivio menegaskan pihaknya masih percaya pada Raul Fernandez.
“Kami putuskan lanjut dengan Raul karena dia cepat dan berbakat. Tapi di awal musim, potensinya belum keluar. Saya bilang, finis di posisi 17 atau 18 bukan level dia. Tugas kami adalah mengeluarkan seluruh potensinya,” ucapnya.
Menghadapi Dominasi Márquez dan Ducati
Brivio juga menyoroti tantangan besar menghadapi Marc Marquez bersama Ducati.
“Tahun ini Marc hampir tak terkalahkan. Semua pembalap harus menerima bahwa Ducati sangat kuat. Tapi perlawanan akan dimulai tahun depan: Pecco akan kerja lebih keras, Jorge Martin bisa bangkit, Bezzecchi makin konsisten, dan Alex Marquez juga akan mencoba maju,” jelasnya.
Dukungan Aprilia Jadi Kunci
Sebagai tim satelit, Trackhouse mendapat dukungan penuh dari Aprilia.
“Kami bekerja sangat dekat dengan Aprilia. Ada insinyur mereka yang terlibat langsung, memberi masukan, dan memastikan kualitas tim tetap tinggi. Hubungan ini penting agar pembalap dan teknisi selalu sejalan,” kata Brivio.
Untuk sisa musim, Brivio menargetkan konsistensi finis di sepuluh besar.
“Bagi kami, sepuluh besar bukan berarti puas di posisi 10. Kalau bisa keempat atau kelima, kami akan kejar. Kalau peluang podium datang, kami harus siap. Kuncinya adalah stabil, terus bertarung, meski ada kesalahan atau situasi sulit,” tutupnya
Editor : Imron Hidayatullahh