Radar Jember - Marc Marquez harus menelan pil pahit di Sprint Race MotoGP San Marino, Sabtu (13/9).
Pembalap Ducati Lenovo itu terjatuh di tikungan 15 saat memimpin balapan.
Momen tersebut justru disambut sorakan serta selebrasi provokatif sebagian penonton di tribun Misano.
Menanggapi hal itu, Marquez memilih merespons dengan tenang namun menohok.
“Ya, mereka sendiri yang sudah mendefinisikan siapa mereka,” sindir Marc Marquez menanggapi aksi suporter yang bersuka cita atas kecelakaan dirinya, dilansir dari Motosan.
Meski gagal finis, Marc Marquez tetap membawa kabar baik: gelar juara dunia musim ini sudah pasti akan menjadi milik keluarga Marquez.
Entah dirinya atau sang adik, Alex Marquez.
Dengan enam balapan tersisa, hanya dua bersaudara itu yang masih berpeluang merebut titel.
Analisis Kecelakaan
Marquez mengakui kesalahannya saat mencoba menyalip Marco Bezzecchi.
“Saya ambil risiko tinggi ketika menyalip di area yang biasanya tidak untuk overtake. Mungkin suhu ban belum turun sepenuhnya, saya mengerem sedikit lebih lambat, semuanya bertumpuk, dan akhirnya ban depan menutup,” jelasnya.
Ia menambahkan, awal balapan sebenarnya berjalan baik.
Start sempurna dan manuver berani membuatnya percaya diri.
Namun, kecelakaan membuyarkan peluang memastikan gelar di Misano, sehingga “match point” kini bergeser ke MotoGP Jepang, dua pekan lagi.
Fokus ke Jepang
Marquez menegaskan mentalitasnya tidak berubah.
“Kami akan tetap berjuang meraih kemenangan, tapi menyelesaikan balapan juga penting. Kesalahan bisa saja terjadi, tapi yang terpenting adalah belajar darinya,” ujarnya.
Editor : Imron Hidayatullahh