Radar Jember – MotoGP Catalunya 2025 kembali jadi akhir pekan manis bagi Ducati.
Pabrikan Italia itu akhirnya memastikan gelar Konstruktor berkat kontribusi besar para pembalapnya.
Mulai dari Marc dan Alex Marquez, Pecco Bagnaia, hingga jajaran rider Ducati lain.
Marc Marquez sendiri semakin dekat dengan titel dunia usai merebut kemenangan di sprint race dan finis kedua dalam balapan utama.
Namun, peluang pertamanya mengunci gelar baru akan datang di Jepang.
Baca Juga: Musim Suram Pembalap Italia dari Moto2 hingga MotoGP: Misano Jadi Harapan Terakhir Bendera Tricolor
Team Manager Ducati Lenovo, Davide Tardozzi, menegaskan betapa impresifnya penampilan duo Marquez di Barcelona.
“Wajib memberi selamat untuk Alex. Meski membuat kesalahan di sprint race, dia tampil dominan dalam kecepatan sepanjang akhir pekan,” katanya, dilansir Radar Jember dari laman Motosan.
“Sementara, Marc menunjukkan kematangan luar biasa dalam mengelola balapan. Kecepatannya tak perlu diragukan, tapi juara sejati juga tahu kapan harus mengalah. Di lap-lap terakhir, Alex mencatatkan waktu fantastis,” tambah Tardozzi.
Bagnaia Bangkit dari Belakang
Meski tak mudah, Pecco Bagnaia juga menuai pujian setelah bangkit dari start ke-21 hingga finis ketujuh.
Tardozzi mengungkap rahasia kecil di balik kebangkitan itu.
“Kami mengganti swingarm pada motor Pecco untuk membantunya menemukan grip lebih baik. Kami juga mencoba set-up belakang berbeda yang memberi sedikit tambahan rasa percaya diri,” ungkap Tardozzi.
“Finis ketujuh dari posisi start ke-21 tidak buruk, meski kami berharap dia bisa kembali bersaing memperebutkan podium. Semoga ada konfirmasi di Misano,” jelasnya.
Fokus pada GP26
Ducati kini juga mengarahkan pandangan ke motor musim depan.
Tardozzi optimistis GP26 akan membantu Bagnaia kembali ke performa terbaiknya.
“Kami yakin Pecco bisa kembali ke kecepatan seperti tahun-tahun sebelumnya. Hanya mesin yang dibekukan, selebihnya kami masih bisa berinovasi. Musim dingin ini, Gigi (Dall’Igna, Red) dan tim teknisi akan bekerja keras. Saat tes Sepang (Malaysia, Red), motor 2026 pasti lebih maju,” katanya.
Tardozzi menekankan bahwa Marc Marquez sekali lagi membuktikan kualitasnya.
“Marc melakukan apa yang harus dilakukan seorang juara: memaksimalkan poin. Alex adalah yang tercepat sepanjang akhir pekan. Sayangnya, di sprint dia membuat kesalahan, sementara di balapan panjang Marc mencoba segalanya. Lalu sadar lebih baik pulang dengan 20 poin. Itu bukti lagi bahwa Marc adalah juara sejati, di dalam maupun luar lintasan,” pungkasnya.
Editor : Imron Hidayatullahh