Radar Jember - Gigi Dall’Igna, muncul di hadapan media setelah Ducati memastikan gelar konstruktor keenam beruntun seusai kemenangan Marc Marquez di Sprint Race Barcelona.
Namun, euforia itu cepat berubah jadi pembahasan lain: performa mengecewakan Pecco Bagnaia yang hanya finis ke-14.
“Marc memang punya sesuatu yang lebih, kami sudah tahu itu sejak memutuskan merekrutnya,” ujar Dall’Igna, dilansir Radar Jember dari laman GPOne.
“Tapi, masalah Pecco bukan semata teknis, kami harus memikirkan lebih luas. GP25 bahkan tidak bisa disebut evolusi dari GP24. Hanya kombinasi bagian-bagian baru. Perbedaan kecil, mayoritas untuk reliabilitas, bukan performa,” tambahnya.
Menurut Dall’Igna, kesulitan Bagnaia berakar dari rasa percaya diri yang hilang.
“Perasaan Pecco sekarang tidak sama seperti tahun lalu. Itu alasan utama performanya menurun. Kami bekerja keras untuk mengembalikan sensasi yang sama atau bahkan lebih baik,” ujarnya.
Meski begitu, Dall’Igna menegaskan pentingnya Bagnaia untuk Ducati.
“Dia memberi kami dua gelar dunia, setelah Stoner mungkin dia pembalap terpenting bagi Ducati. Kami akan membantunya bangkit,” sambung Dall’Igna.
Sementara itu, Marc Marquez justru terlihat tanpa celah.
“Kami hanya ubah sedikit set-up saat tes Aragon, sekarang dia sangat nyaman dengan motornya. Dia punya kepercayaan diri besar, itulah bedanya,” ungkapnya.
Dall’Igna juga menyinggung bonus kemenangan untuk Marquez.
Baca Juga: Usai Finish Ketujuh di MotoGP Catalunya, Pecco Bagnaia Akui Akan Ambil Langkah Mundur untuk Misano
“Itu uang yang senang sekali kami bayarkan. Bonus tidak pernah jadi masalah. Menang sebanyak ini menyenangkan dan berarti,” katanya.
Meski Ducati masih unggul, ia mengakui rival makin dekat.
“Mereka berkembang karena kualitas mereka, juga karena di awal musim kami memilih tidak ambil risiko besar. Selain itu, mereka dapat konsesi sementara kami tidak. Cepat atau lambat mereka akan tiba,” pungkasnya.
Editor : Imron Hidayatullahh