Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

Casey Stoner Bongkar Rahasia Dua Gelarnya di MotoGP: Ducati Paling Sulit, Honda Jadi Validasi Terbesar

Imron Hidayatullahh • Rabu, 3 September 2025 | 17:05 WIB

Casey Stoner ketika membalap untuk tim Ducati.
Casey Stoner ketika membalap untuk tim Ducati.
 

Radar Jember - Casey Stoner kembali mengenang dua gelar juara dunianya di MotoGP saat hadir di MotoGP Austria.

Seperti biasa, juara dunia asal Australia itu bicara lugas dan jujur soal nilai dari setiap pencapaiannya.

Stoner menyebut bahwa gelar perdananya bersama Ducati pada musim 2007 adalah yang paling sulit untuk diraih.

“Motornya sangat rumit untuk dikendarai. Setiap akhir pekan selalu menjadi pertarungan untuk menemukan keseimbangan yang tepat, dan proses itu sangat melelahkan,” ujar Stoner, dilansir Radar Jember dari lama Motosan.

Meski musim itu diwarnai berbagai masalah teknis, termasuk beberapa kali mesin rusak saat tes, beruntung tak ada kegagalan yang muncul saat balapan resmi.

Hasilnya, ia sukses membawa Ducati meraih gelar juara dunia pertama di kelas utama.

Namun, menurut Stoner, gelar keduanya di tahun 2011 bersama Honda justru menjadi yang paling berarti secara pribadi.

“Mungkin yang paling penting adalah gelar bersama Honda. Itu memberikan kepuasan khusus karena kami mendapatkan banyak kritik selama bertahun-tahun,” jelasnya.

Stoner menegaskan, keberhasilan bersama Honda menjadi validasi mutlak atas kemampuannya.

Gelar itu membuat orang akhirnya mengakui pencapaian luar biasanya bersama Ducati.

“Dengan Honda, lebih mudah untuk kompetitif. Itu memungkinkan kami menunjukkan potensi sebenarnya,” katanya.

 

Kekhawatiran Stoner: Australia Menjauh dari Dunia Balap

Di luar kisah pribadinya, Stoner juga menyuarakan keprihatinan terhadap masa depan pembalap muda Australia.

Menurutnya, kesempatan untuk meniti karir di dunia balap motor kini semakin sulit didapat.

“Bahkan sekadar keluar naik motor saja makin susah. Saya harus berkendara satu setengah jam hanya untuk menemukan tempat latihan enduro. Hal yang sama juga terjadi untuk akses ke sirkuit motocross maupun kecepatan,” ungkap Stoner.

Ia menyoroti faktor jarak geografis dan biaya tinggi yang menjadi hambatan besar.

“Kalau ada pembalap Australia yang bisa sampai ke Eropa, itu bukti bahwa dia punya potensi besar. Tapi, sekarang jalannya jauh lebih rumit karena tuntutan biaya dan letak geografis,” tambahnya.

Sebagai juara dunia terakhir asal Australia di kelas utama, Stoner berharap hambatan tersebut tidak mematikan bakat-bakat muda Negeri Kanguru itu.

Editor : Imron Hidayatullahh
#motogp austria #HONDA #Red Bull Ring #casey stoner #ducati #MotoGP