Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

Valentino Rossi dan Marc Marquez di MotoGP, Siapa Terbaik? Ini Jawaban Lugas Pedro Acosta!

Imron Hidayatullahh • Sabtu, 30 Agustus 2025 | 22:05 WIB
Pedro Acosta, rookie KTM MotoGP.
Pedro Acosta, rookie KTM MotoGP.

Radar Jember - Pedro Acosta, pembalap muda KTM yang dijuluki Hiu dari Mazarron, tengah mencuri perhatian di MotoGP 2025.

Dalam sebuah wawancara saat MotoGP Hungaria, Acosta berbicara jujur tentang perkembangan dirinya, hubungannya dengan KTM, serta perbandingan dua legenda MotoGP: Valentino Rossi dan Marc Marquez.

Soal Perbandingan dengan Aldeguer

Acosta sempat disinggung soal rekan senegaranya, Fermin Aldeguer.

Namun, ia menegaskan tak ingin larut dalam perbandingan.

“Publik yang menilai. Saya fokus pada pekerjaan saya, karena masalah saya sendiri sudah cukup banyak. Hubungan saya dengan Aldeguer sama saja dengan yang lain, normal-normal saja,” ucapnya, dilansir Radar Jember dari laman Motosan.

Progres di KTM dan Mentalitas Balap

Acosta menilai performanya semakin stabil sejak Le Mans.

Meski KTM belum selevel Ducati, ia berusaha memaksimalkan paket motor yang ada.

“Saya sedang mencoba mengeluarkan 100 persen dari motor ini. Hasilnya makin konsisten, meski ada beberapa balapan sulit. Saya tetap tenang karena tahu apa yang bisa saya lakukan,” jelasnya.

Ia juga mengaku belajar dari kesalahan awal musim, termasuk mengatasi rasa sakit pada lengannya.

Hal itu membantunya lebih realistis menilai kekuatan dan kelemahan dirinya di lintasan.

Belum Bisa Tunggangi Ducati

Isu ketertarikan Acosta pada kursi Ducati sempat beredar.

Namun, kontraknya mengikat dengan KTM.

Ia justru mengaku semakin termotivasi.

“Kalau tidak ada hasil, itu bukan berarti saya langsung berhenti. Justru makin semangat membuktikan kalau saya layak dengan motor lebih baik,” tegasnya.

Apa yang Perlu Ditingkatkan?

Acosta mengaku masih harus mengatur gaya balapnya.

“Garis balap saya biasanya jadi kekuatan. Tapi, kalau terlalu dipaksakan bisa jadi kelemahan. Saya belajar kapan harus jadi Pedro yang agresif, kapan harus lebih halus,” katanya.

Ia juga bekerja sama dengan mantan pembalap, Carmelo Morales, yang kini menjadi mentor sekaligus teman dekatnya.

“Dia lebih objektif, selalu bilang apa adanya. Membantu saya jadi lebih rileks dan ‘manis’ dalam mengendarai motor,” tambah Acosta.

Marquez vs Rossi, Siapa yang Terbaik?

Topik yang tak bisa dihindari: siapa pembalap terbaik sepanjang sejarah MotoGP, Valentino Rossi atau Marc Marquez?

“Menurut saya, MotoGP modern ada karena Valentino. Tapi, jika Marquez juara tahun ini, dia akan duduk sejajar dengan Rafa Nadal, Fernando Alonso, dan Pau Gasol. Bahkan seperti Michael Jordan yang bangkit setelah terjun ke baseball,” ujar Acosta.

Ia menambahkan, Marquez sebenarnya tidak perlu kembali, karena warisannya sudah cukup.

“Tapi dia kembali dari ‘neraka’ cedera dan berhasil menang lagi. Bagi saya, Valentino dan Marc sama hebatnya,” pungkasnya.

Editor : Imron Hidayatullahh
#motogp hungaria #ktm #Fermin Aldeguer #Pedro Acosta #marc marquez #ducati #valentino rossi #MotoGP