Radar Jember - Francesco Pecco Bagnaia mengakhiri MotoGP Hungaria di posisi kesembilan, jauh dari zona podium.
Namun, bagi sang juara dunia, hasil itu justru menghadirkan rasa lega.
Bukan soal poin atau trofi, melainkan karena akhirnya ia kembali merasa “menyatu” dengan Desmosedici.
“Saya tidak pernah merasa bahagia dengan posisi kesembilan, tapi hari ini saya bahagia. Bukan karena hasilnya, melainkan karena sensasi di atas motor,” ujarnya, dikutip Radar Jember dari laman GPOne.
“Untuk pertama kalinya saya tidak merasa dibawa oleh motor. Saya bisa memilih jalur balap, dan mengerem sesuai gaya saya sendiri. Itu belum pernah saya rasakan sejak awal musim,” ungkap Bagnaia seusai balapan di Sirkuit Balaton.
Perubahan Drastis pada Ducati
Perasaan itu hadir berkat modifikasi besar yang dilakukan tim Ducati sepanjang akhir pekan.
Bagnaia mengaku motor yang ia tunggangi kini benar-benar berbeda.
“Perubahannya global, seluruh motor dirombak. Perubahan dalam hitungan sentimeter, tapi sangat penting. Awalnya saya butuh beradaptasi karena reaksi motor tidak sama dengan sebelumnya. Lap demi lap saya makin nyaman, bahkan sempat mendekati enam detik saja dari zona podium, meski sempat melakukan kesalahan di tikungan 15 dan 5,” jelasnya.
Meski hanya finis kesembilan, Bagnaia menilai ini sebagai titik balik.
“Rasanya seperti menarik napas lega setelah tenggelam. Kemarin saat Sprint Race kami sudah coba perubahan besar dan hari ini saya semakin yakin itu arah yang tepat. Dari titik terendah akhir pekan ini, sekarang kami mulai mendaki lagi,” tegasnya.
Tantangan Berikutnya: Barcelona
Mengenai balapan selanjutnya di Barcelona, Bagnaia masih berhati-hati.
“Biasanya saya kuat di sana, tapi kondisi grip rendah sering menyulitkan. Namun, dengan setelan baru ini, saya optimistis bisa lebih baik,” ujarnya.
Bagnaia menutup dengan satu pengakuan jujur: perubahan radikal seperti ini tidak akan pernah dilakukan jika ia tidak terpuruk begitu dalam.
“Kalau masalahnya hanya selisih beberapa persepuluh detik, mungkin kami takkan nekat. Tapi di sini, saya bahkan tidak bisa masuk 10 besar. Jadi waktunya memang sudah tepat,” pungkasnya.
Editor : Imron Hidayatullahh