Radar Jember - Pecco Bagnaia kembali menjadi sorotan menjelang MotoGP Hungaria di Balaton Park.
Setelah akhir pekan yang sulit di Red Bull Ring Austria, sang juara dunia dua kali itu akhirnya berbicara blak-blakan soal hubungannya dengan Ducati, performa Desmosedici GP25, dan rumor masa depannya.
Saat ditanya tentang pernyataannya usai GP Austria, Bagnaia langsung menyambut dengan nada sarkastik.
“Maksud saya kehilangan kesabaran? Ya, artinya saya akan bikin kekacauan dan membunuh semua orang!” ucapnya sambil disambut tawa.
Bagnaia mengakui ucapannya soal Ducati memang lahir dari rasa frustrasi.
“Saya orang yang transparan, selalu begitu. Terkadang bagus, terkadang tidak. Setelah akhir pekan yang bencana, saya langsung ketemu 20 wartawan yang menanyakan hal sama. Wajar saya kesal. Itu kesalahan saya, tapi memang situasi sedang sulit,” ungkapnya, dikutip Radar Jember dari laman GPOne.
Meski begitu, ia menegaskan hubungan dengan tim tetap baik-baik saja.
“Saya sudah bicara dengan tim, seperti biasanya setiap Senin atau Selasa. Tidak ada yang tersinggung. Kami semua menderita bersama sejak tujuh bulan terakhir. Mereka berusaha memberi saya yang saya butuhkan. Tapi memang tidak mudah, karena motor ini tidak sesuai dengan gaya balap saya,” ujarnya.
Masalah GP25: Rem dan Ban Belakang
Bagnaia menegaskan problemnya tetap sama.
“Saya kesulitan mengerem dan mengelola ban belakang. Padahal itu dua aspek yang biasanya jadi keunggulan saya. Jadi, kami harus mencari tahu alasannya,” ujarnya.
Soal Sprint Race di MotoGP Austria, Bagnaia menyebut masalahnya jelas.
“Bukan soal ban yang rusak, tapi perilaku motor yang sama seperti yang sering saya keluhkan. Setelah setengah balapan, saya kehilangan grip belakang dan tidak bisa dorong lagi,” tambahnya.
Balaton Park menghadirkan tantangan baru, tapi Pecco merasa punya sedikit keunggulan karena sempat menjajal lintasan dengan Panigale V4S.
“Kami sempat latihan keras di sini, bahkan ada yang jatuh dua kali. Itu keuntungan besar bagi Ducati. Setidaknya untuk FP1 kami sudah tahu karakter trek ini,” ujarnya.
Menurutnya, lintasan Hungaria unik.
“Bagian terbaik dari tikungan 4 sampai 8. Trek ini kecil sekali, mungkin yang terkecil di MotoGP. Kita harus adaptasi cepat, mungkin lebih banyak bermain dari gigi 1 ke 5, atau 2 ke 6,” ucapnya.
Isu Bagnaia akan hengkang dari Ducati pun tak terhindarkan.
Namun, ia menjawab dengan lugas.
“Saya tidak tahu apa-apa soal itu. Kalau bisa, saya tetap di sini. Kalau tidak, ya saya pergi ke tempat lain. Tapi prioritas saya adalah kembali menang dengan motor dan tim saya sekarang. Saya tidak pernah berpikir untuk pindah, dan sejauh ini saya rasa Ducati juga tidak,” tegasnya.
Bagnaia juga membantah kabar dirinya meminta untuk mencoba Ducati GP24.
“Saya tidak pernah minta itu. Itu percuma, karena saya toh tidak bisa pakai motor itu untuk balapan. Lebih baik tidak, supaya potensi motor 2024 juga tidak terekspos.”
Editor : Imron Hidayatullahh