Radar Jember – Tak mau kendur, Marc Marquez kembali menunjukkan dominasinya di MotoGP 2025 dengan merebut kemenangan keenam beruntun di Red Bull Ring, Austria.
Namun, di balik kemenangan itu, sang juara dunia delapan kali mengakui sempat dibuat khawatir oleh penampilan luar biasa rookie Tim Gresini Racing, Fermin Aldeguer.
Marquez yang sempat bertarung melawan Marco Bezzecchi akhirnya harus menghadapi ancaman Aldeguer di lap-lap terakhir.
Rider muda asal Spanyol itu tampil impresif dengan menjaga kecepatan hingga akhir balapan berkat manajemen ban yang sangat baik.
“Aldeguer lebih cepat dari saya di tikungan kiri, terutama di Turn 6 dan 7. Saya sampai mencoba meniru gayanya karena dia bisa mempertahankan kecepatan menikung lebih baik,” ungkap Marquez, dikutip Radar Jember dari laman Crash.
Marquez menjelaskan bahwa keunggulan Aldeguer di sektor tiga, yang berisi tikungan ganda ke kiri, menjadi kunci performanya.
Dengan ban belakang yang berbeda, akhir pekan itu, gaya balap halus Aldeguer justru lebih menguntungkan ketimbang pendekatan stop-and-go khas Ducati lainnya.
“Saya mencoba menirunya di dua tikungan itu. Di bagian lain saya tetap gunakan gaya saya sendiri,” tambah Marquez.
Meski akhirnya tetap kalah, Aldeguer pulang dengan podium terbaik sepanjang kariernya di MotoGP.
Start buruk dari posisi keenam dan sempat turun ke luar 10 besar membuatnya kehilangan peluang lebih besar untuk menekan Marquez.
“Saya masih harus memperbaiki start. Itu titik lemah saya,” aku Aldeguer setelah finis kedua.
Dengan performa mengejutkan ini, rookie 19 tahun tersebut semakin menegaskan potensinya sebagai ancaman serius bagi para bintang besar MotoGP.
Editor : Imron Hidayatullahh