Sulit Adaptasi Ban Michelin, Brad Binder Resmi Tutup Karir MotoGP dan Hijrah ke BMW

Imron Hidayatullahh • Dipublikasikan Kamis, 10 September 2026 | 16:22 WIB
Brad Binder. (MotoGP)
Brad Binder. (MotoGP)

Radar Jember - Masa depan Brad Binder akhirnya menemui kepastian. Musim depan, rider berusia 30 tahun tersebut dipastikan meninggalkan panggung MotoGP untuk membuka lembaran baru di Kejuaraan Dunia Superbike (WorldSBK) bersama tim pabrikan BMW.

Ia akan menggantikan posisi Danilo Petrucci sekaligus bereuni dengan Miguel Oliveira—rekan setimnya sejak berkiprah di Moto3, Moto2, hingga kelas utama MotoGP.

Sebagian besar karier balap internasional Binder terikat erat dengan KTM. Kemitraan tersebut dimulai pada 2015 di kelas Moto3 dengan raihan empat podium pada musim debutnya.

Baca Juga: Penuh Percaya Diri di Misano, Rival Veda Ega Pratama Siap Habis-habisan di Moto3 2026

Puncak keberhasilannya tercipta pada 2016, di mana ia tampil amat dominan lewat torehan tujuh kemenangan dan mengunci gelar juara dunia Moto3.

Jalan Menuju Kelas Utama dan Cetak Sejarah untuk KTM

Promosi ke Moto2 pada 2017 menandai keterlibatannya dalam proyek pengembangan KTM di kelas menengah.

Setelah mengamankan tiga podium di musim pertama dan menyabet tiga kemenangan untuk finis ketiga pada 2018, Binder menuntaskan musim 2019 sebagai runner-up di belakang Alex Marquez usai membukukan lima kemenangan.

Performa impresif tersebut mengantarnya naik kelas ke skuad pabrikan MotoGP KTM pada 2020. Binder tak butuh waktu lama untuk mencetak sejarah.

Baca Juga: Syarat Veda Ega Pratama Pecahkan Rekor Poin Rookie Honda Team Asia: Ubah Gaya Balap!

Pada balapan ketiganya di GP Ceko (Brno), ia sukses merebut podium tertinggi—kemenangan go-first baginya sekaligus kemenangan perdana KTM di kelas premier MotoGP.

Keberhasilan Binder berlanjut pada 2021 melalui kemenangan spektakuler di kandang KTM, Red Bull Ring, Austria.

Di tengah guyuran hujan pada lap-lap akhir, Binder nekat bertahan dengan ban slick di saat pembalap lain masuk pit untuk mengganti motor. Pertaruhan berani itu membuahkan kemenangan dramatis di garis finis.

Pilar Utama KTM dan Tantangan Adaptasi Ban

Gaya balap agresif, pengereman keras, serta keahlian mengamankan poin di situasi sulit menjadikan Binder sosok sentral dalam pengembangan prototype KTM.

Musim terbaiknya di MotoGP terukir pada 2023, di mana ia menyegel peringkat keempat klasemen akhir berkat koleksi 12 podium, termasuk dua kemenangan Sprint Race di Argentina dan Jerez.

Baca Juga: Rapor Veda Ega Pratama di Sirkuit Misano: Bertekad Bangkit di Moto3 San Marino 2026

Namun, peta persaingan yang kian ketat serta kehadiran ban belakang baru Michelin pada 2024 mulai menyulitkan posisinya. Karakter ban anyar tersebut kurang bersahabat dengan gaya balap agresifnya. Setelah tujuh musim berkompetisi di Grand Prix, Binder kini siap menjajal tantangan baru menunggangi motor berbasis produksi massal.

Ekspektasi Tinggi BMW

Kepindahan ini disambut optimistis oleh manajemen BMW. Bos BMW Motorrad Motorsport, Sven Blusch, menyampaikan keyakinannya terhadap potensi sang pembalap.

“Kami sangat terkesan dengan tekadnya yang kuat untuk membuka babak baru di Kejuaraan Dunia Superbike. Targetnya jelas, dia ingin bersaing memperebutkan gelar juara dunia. Namun dia harus beradaptasi dengan BMW M1000RR dan kejuaraan baru ini. Tapi kami yakin, dia akan mampu melakukannya dengan cepat,” jelas Sven Blusch.

Baca Juga: Veda Ega Pratama Dekati Rekor Ai Ogura di Moto3 2026, Cuma Butuh Tambahan 13 Poin!

Menjelang seri ke-13 MotoGP 2026 di Sirkuit Misano akhir pekan ini, Binder masih tertahan di posisi ke-13 klasemen dengan koleksi 78 poin.

Ia menjadi pembalap KTM terbaik ketiga di bawah Pedro Acosta (posisi ke-6) dan Enea Bastianini (posisi ke-12).

 

Editor : Imron Hidayatullahh
bursa pembalap Brad Binder ktm World SBK MotoGP