Radar Jember - Pembalap tim MT Helmets-MSi, Hakim Danish, disarankan untuk tidak terburu-buru naik ke tingkatan balap yang lebih tinggi, meski ia sukses menjalani musim debut yang mengesankan di ajang Moto3.
Manajer tim SIC Racing, Zulfahmi Khairuddin, meyakini bahwa talenta muda asal Malaysia tersebut masih memiliki banyak hal untuk dipelajari sebelum melangkah ke jenjang berikutnya.
Pembalap kelahiran Terengganu berusia 19 tahun itu dipastikan tetap membela MSi Racing Team untuk musim 2027, usai tim asal Spanyol tersebut mengonfirmasi perpanjangan kontraknya pada Sabtu lalu.
Baca Juga: Kokohkan Posisi Klasemen Moto3, Veda Ega Pratama Bawa Pulang Tambahan Poin Penting dari Silverstone
Zulfahmi menilai penambahan satu tahun di kelas Moto3 akan memberikan pematangan pengalaman yang sangat dibutuhkan Hakim sebelum nantinya dipromosikan ke Moto2.
"Menurut pandangan saya, Hakim Danish masih harus banyak belajar di kategori ini sebelum melangkah ke tingkat yang lebih tinggi. Kami perlu terus melangkah maju menghadapi musim depan," ujar Zulfahmi dilansir dari News Straits Times.
Keputusan mempertahankan Hakim menjadi bukti kepercayaan besar dari MSi setelah sang rookie tampil impresif lewat raihan dua podium musim ini.
Rival Veda Ega Pratama sejak ajang Red Bull Rookies Cup 2025 tersebut mencatatkan kemenangan perdana Moto3 pada seri GP Republik Ceko di Sirkuit Brno bulan Juni lalu, diselingi beberapa kali mengamankan posisi start di baris depan.
Zulfahmi menambahkan bahwa komitmen MSi mencerminkan lonjakan performa yang berhasil ditunjukkan Hakim sejak menembus kejuaraan dunia. "Saya tidak meragukan kemampuan tim, dan kelanjutan kerja sama Hakim Danish dengan tim ini tentu merupakan pengakuan nyata atas kemajuan yang telah ia capai," ucap Legenda MotoGP Malaysia itu.
"Mereka sangat kompetitif, motor yang digunakan juga kompetitif, dan saya yakin Hakim Danish sangat termotivasi untuk terus membalap bersama tim ini."
Salah satu pemilik MSi, Teo Martin, turut menyebut keputusan ini sebagai wujud kepercayaan tim terhadap bakat serta rekam jejak kerja sama yang solid.
Pada musim depan, Hakim akan mendapat rekan setim baru, yakni pembalap asal Argentina Valentin Perrone yang menggantikan rider Jepang, Ryusei Yamanaka.
Di luar pencapaian personal, Zulfahmi meyakini progres karier Hakim menjadi bukti bahwa talenta asal Malaysia mampu menancapkan taji di tingkat global jika dibina dengan alur yang tepat.
"Perjalanan Hakim Danish juga menunjukkan bahwa pembalap Malaysia memiliki bakat dan potensi untuk bersaing di tingkat tertinggi apabila diberikan kesempatan yang tepat, rencana pengembangan yang layak, serta dukungan yang berkelanjutan," ujarnya.
"Kami berharap kabar positif ini akan menginspirasi lebih banyak pembalap muda Malaysia untuk mengejar impian mereka di kancah internasional."
Zulfahmi berharap Hakim mampu menutup musim debutnya dengan catatan manis, lalu menggunakannya sebagai pijakan untuk tantangan yang lebih besar musim depan. "Saya berharap kita dapat menikmati musim yang sukses tahun ini dan menjalani musim yang jauh lebih kuat bersama-sama tahun depan."
Petaka Crash di Moto3 Inggris 2026
Sayangnya, pada balapan teranyar di Moto3 Inggris 2026, Hakim mengalami nasib sial setelah terjatuh (crash) pada lap kelima saat berada tepat di depan Veda Ega Pratama.
Kegagalan finis ini membuatnya kehilangan momentum untuk memangkas jarak atau mengkudeta Veda di klasemen rookie. Sebelum seri Silverstone bergulir, Hakim yang menduduki peringkat ketiga klasemen rookie hanya terpaut tipis 4 poin dari wakil Honda Team Asia tersebut.
Namun, hasil berbeda di GP Inggris—di mana Veda finis kesembilan—membuat jarak keduanya kini melebar menjadi 9 poin. Usai insiden tersebut, Hakim tetap bersyukur lantaran terhindar dari cedera serius.
"Alhamdulillah, saya tidak mengalami cedera apa pun selama balapan," ucap Danish dilansir dari laman Bharian.
Editor : Imron Hidayatullahh