Radar Jember – Sang juara bertahan, Marc Marquez, tidak menutup-nutupi rencananya untuk memanfaatkan jeda libur musim panas MotoGP demi memulihkan kekuatan otot lengan kanan dan bahunya.
Meskipun berhasil memangkas jarak poin dari pemimpin klasemen dari 102 menjadi tinggal 18 poin sebelum jeda balapan, The Baby Alien menganggap keterbatasan kondisi lengan kanannya masih menjadi hambatan utama dalam bertarung di lintasan.
"Motor bekerja sangat baik, begitu pula tim dan mentalitas saya. Saya hanya perlu menggembleng fisik untuk mengambil satu langkah maju musim panas ini; liburan saya akan lebih singkat," ungkap Marquez usai meraup kemenangan ganda di Sachsenring, dikutip dari Crash.
"Lengan kanan adalah satu-satunya titik yang perlu saya tingkatkan. Saya akan bekerja keras untuk membangunkan beberapa otot yang masih 'tertidur'. Jika berhasil, kami bisa bertarung secara maksimal memperebutkan gelar juara di paruh kedua musim ini," tambahnya.
Detak Jantung Meroket Lebih Tinggi dari Sebelumnya
Indikator keberhasilan dari tempaan fisik Marquez sepanjang libur musim panas bakal terlihat pada performanya di Sirkuit Silverstone, akhir pekan ini.
Saat berada di Brno, pembalap asal Spanyol itu sempat membeberkan bahwa detak jantungnya musim ini terasa "lebih tinggi dari biasanya". Hal ini terjadi karena fisiknya dipaksa bekerja ekstra keras untuk mengompensasi kekurangan tenaga pada lengan dan bahu kanannya.
"Beruntung, sekarang saya tidak lagi merasakan mati rasa (usai menjalani operasi untuk meredakan saraf radial yang terjepit) dan tidak ada rasa sakit. Saya hanya kekurangan tenaga dan massa otot," jelas Marquez.
Baca Juga: Gaya Balap Marc Marquez Tak Bisa Ditiru, tapi Dia Justru Mengaku Ingin Meniru Legenda MotoGP Ini!
Kondisi tersebut membuat bagian tubuh lainnya harus menanggung beban lebih berat, yang berujung pada kelelahan secara keseluruhan.
"Memang benar detak jantung saya saat balapan—kita tahu seberapa tingginya detak jantung saat bertarung di lintasan—menjadi yang tertinggi sejak saya kembali dari cedera. Namun, saat berada di rumah, detak jantung saya justru paling rendah," tuturnya.
"Artinya, ketika menunggangi motor, tubuh saya terus berupaya mengompensasi apa yang kurang dari lengan kanan saya," pungkas Marquez.
Editor : Imron Hidayatullahh