Casey Stoner Puji Duet Maut Marc Marquez-Pedro Acosta di Ducati 2027, Tapi Beri Peringatan Keras Ini!

Imron Hidayatullahh • Dipublikasikan Selasa, 4 Agustus 2026 | 14:24 WIB
Casey Stoner dan Marc Marquez. (Ducati)
Casey Stoner dan Marc Marquez. (Ducati)

Radar Jember – Legenda MotoGP sekaligus juara dunia dua kali, Casey Stoner, membeberkan analisisnya mengenai susunan pembalap baru tim pabrikan Ducati untuk musim 2027. Skuad asal Italia tersebut dipastikan bakal mengandalkan duet maut Marc Marquez dan Pedro Acosta.

Dalam wawancaranya bersama MotoGP.com, Stoner melempar pujian tinggi atas keputusan Ducati menyatukan kedua bintang tersebut di dalam satu garasi. "Ini adalah lini pembalap yang tidak bisa didebat lagi kehebatannya," tegas Stoner.

Pujian untuk Marquez dan Peringatan Keras bagi Acosta

Menyoroti sosok Marc Marquez, Stoner tak ragu melayangkan kekagumannya terhadap konsistensi dan mentalitas bertarung pembalap asal Spanyol tersebut.

Baca Juga: Gaya Balap Marc Marquez Tak Bisa Ditiru, tapi Dia Justru Mengaku Ingin Meniru Legenda MotoGP Ini!

"Marc sangat konsisten dan bisa diandalkan. Anda selalu tahu apa yang mampu ia hasilkan di lintasan. Dia adalah talenta yang luar biasa. Tak peduli cedera apa yang menimpanya, ia selalu bangkit berjuang dan menemukan cara untuk meraih hasil terbaik," ungkap Stoner.

Sementara itu untuk Pedro Acosta—yang diboyong dari KTM—Stoner mengagumi bakat besarnya namun memberikan catatan kritis mengenai kedewasaan bertanding sang pembalap muda.

"Saya ingin melihat Pedro tampil sedikit lebih sabar. Saya merasa ada beberapa pembalap di trek yang sangat tidak suka ia lihat berada di depannya, sehingga ia akan melakukan apa saja demi menyalip," ujar Stoner.

Ia mengingatkan bahwa gaya agresif tanpa perhitungan bisa menjadi bumerang dalam perebutan takhta juara.

Baca Juga: Strategi Anak Emas Ducati di MotoGP 2027: Marquez & Acosta Dapat Perlakukan Spesial Beda dari Tim Satelit!

"Jika Anda ingin menjuarai kompetisi, pendekatan seperti itu tidak akan berhasil. Anda harus sadar dan menerima bahwa ada hari-hari di mana Anda tidak bisa menang. Namun, setelah kita melihat Pedro mengendarai Ducati, kita akan tahu jauh lebih banyak tentang kapasitas aslinya," tambahnya.

Faktor Nasionalisme dan Simpati untuk Pecco Bagnaia

Mengenai hilangnya pembalap berdarah Italia di skuad utama Borgo Panigale, Stoner menilai hal tersebut bukan masalah besar. Mengingat rekam jejak sejarah Ducati bersama legenda luar negeri seperti Troy Bayliss, Carl Fogarty, hingga Chaz Davies.

"Anda tidak harus berasal dari negara yang sama untuk membangun ikatan dan hubungan kerja yang baik. Performa di atas lintasan tetap menjadi yang utama," jelasnya.

Di sisi lain, Stoner mengaku prihatin melihat kepergian Francesco Bagnaia yang memilih menyeberang ke Aprilia. Ia meyakini penurunan performa Pecco belakangan ini tak lepas dari kendala teknis pada motor.

Baca Juga: Sempat Operasi dan Absen Balapan, Marc Marquez Tetap Jadi Penguasa Sprint Race Musim Ini!

"Saya merasa sangat kasihan pada Pecco karena ia jelas mengalami masa-masa sulit belakangan ini. Dari luar, saya bisa melihat motornya tidak bekerja seperti biasa. Pecco adalah pembalap dengan gaya berkendara yang sangat halus, dan saya melihat motornya melakukan hal-hal yang tidak seharusnya," kata Stoner membela Bagnaia.

Stoner menggarisbawahi jasa besar Bagnaia sebagai sosok yang mempersembahkan gelar juara dunia pertama bagi Ducati sejak era dirinya pada 2007 silam.

"Saya berharap ia menemukan motivasi dan keluarga baru di Aprilia, serta bisa kembali ke performa terbaiknya dengan kepercayaan diri penuh," pungkas Stoner.

Editor : Imron Hidayatullahh
Pedro Acosta casey stoner marc marquez ducati MotoGP