Radar Jember - Untuk kali pertama sejak sistem konsesi terbaru diperkenalkan pada akhir 2023, Ducati harus rela kehilangan status konsesi Peringkat A di ajang MotoGP.
Perubahan ini terjadi menyusul kegagalan pabrikan asal Italia tersebut memenuhi batas minimum raihan poin dalam kurun evaluasi 12 bulan terakhir.
Dampaknya, terhitung mulai paruh kedua musim 2026 hingga akhir musim, Ducati harus terdegradasi ke Peringkat B dan kini berada sejajar dengan Aprilia.
Baca Juga: Gak Sudi Bagi Ilmu Gratisan Lagi! Casey Stoner Ungkap Alasan Menolak Kembali ke Paddock MotoGP
Sebagai informasi, sistem konsesi merupakan regulasi yang dirancang MotoGP guna membantu pabrikan yang tertinggal agar mampu mengejar ketertinggalan performa dari para pesaingnya.
Dinukil dari The Race, makin rendah peringkat konsesi yang ditempati suatu pabrikan, makin banyak pula keuntungan yang bakal dikantongi.
Keuntungan tersebut mencakup tambahan alokasi sesi pengujian, izin menggunakan pembalap reguler saat tes privat, hingga jatah wildcard yang lebih berlimpah.
Penentuan status konsesi dihitung berdasarkan persentase perolehan poin tiap pabrikan dalam periode 12 bulan terakhir. Adapun pembagian kategorinya mencakup:
- Peringkat A: Mengamankan minimal 85 persen dari total poin maksimal.
- Peringkat B: Merekam perolehan 60–84,99 persen poin.
- Peringkat C: Mengumpulkan 35–59,99 persen poin.
- Peringkat D: Meraih kurang dari 35 persen poin.
Kegagalan Ducati bertahan di Peringkat A dipicu oleh catatan poin mereka dari rentang jeda musim panas 2025 hingga paruh pertama musim 2026.
Dalam periode itu, Ducati membukukan 657 poin dari total 777 poin maksimal. Artinya, raihan mereka hanya menyentuh angka 84,56 persen—selisih tipis empat poin atau 0,44 persen dari syarat batas minimal 85 persen.
Meski demikian, penurunan status ini bukan menandakan kemunduran performa Ducati. Situasi tersebut justru mencerminkan dominasi Ducati yang mulai goyah lantaran pabrikan pesaing perlahan sanggup mencuri kemenangan serta podium sepanjang musim.
Keuntungan yang Didapat Ducati
Berada di Peringkat B memberikan beberapa kelonggaran aturan bagi pabrikan yang bermarkas di Borgo Panigale tersebut.
Ducati kini berhak memperoleh alokasi tambahan 20 ban Michelin untuk keperluan tes privat. Meski begitu, insentif ini diprediksi tidak terlalu berdampak besar mengingat MotoGP bakal beralih memakai pasokan ban Pirelli mulai musim 2027.
Manfaat lain yang jauh lebih menguntungkan adalah kembalinya jatah tiga wildcard untuk satu musim. Kesempatan ini dapat dioptimalkan Ducati guna memberikan menit bermain kepada pebalap penguji maupun talenta muda.
Salah satu sosok yang digadang-gadang bakal memanfaatkan jatah tersebut adalah Niccolo Bulega, yang diproyeksikan merapat ke tim VR46 Ducati pada MotoGP 2027 andai berhasil mengunci gelar juara World Superbike musim ini.
Baca Juga: Ai Ogura Tuduh Marc Marquez Sembunyikan Hal Ini di Sachsenring, Video Ducati Jelaskan Semuanya!
Aprilia Naik Kelas
Pergeseran status juga dialami oleh Aprilia yang berhasil naik kelas dari Peringkat C ke B berkat lonjakan performa sejak akhir musim 2025. Konsekuensinya, jatah wildcard Aprilia terpaksa dipangkas dari enam menjadi tiga kali semusim.
Sementara itu, KTM bergeming di Peringkat C. Di sisi lain, Honda justru merosot kembali ke Peringkat D, menyusul Yamaha sebagai dua pabrikan penerima keuntungan konsesi terbesar.
Editor : Imron Hidayatullahh