Radar Jember – Pembalap andalan Honda Team Asia, Veda Ega Pratama, sukses menyita perhatian dunia lewat penampilan mengesankan pada musim perdananya di Moto3 2026.
Pemuda berusia 17 tahun tersebut bahkan resmi menobatkan diri sebagai pembalap pertama asal Indonesia yang berhasil menapaki podium dalam sejarah Kejuaraan Dunia Grand Prix.
Hingga paruh musim pertama berakhir, rider kelahiran Gunungkidul, Yogyakarta ini sudah dua kali mengamankan podium ketiga, tepatnya pada seri GP Brasil dan GP Prancis.
Catatan emas ini melampaui rekor seluruh pembalap Indonesia terdahulu yang pernah berkiprah di kelas Moto3. Berkat konsistensinya menembus papan atas, Veda kini bertengger di peringkat keenam klasemen sementara dengan raihan 90 poin.
Sengitnya Perebutan Takhta Rookie of The Year
Kendati tampil sensasional, Veda harus mengakui ketangguhan sesama pembalap pendatang baru, Brian Uriarte (Red Bull KTM Ajo). Veda sejatinya sempat memimpin perburuan gelar Rookie of The Year Moto3 2026.
Namun, Uriarte mulai menunjukkan tajinya dan tampil lebih konsisten sejak rombongan sirkus Moto3 memasuki benua Eropa.
Rider asal Spanyol tersebut melejit lewat koleksi dua kemenangan dan satu podium tambahan, yang membuatnya sukses memperlebar jarak hingga 37 poin di atas Veda.
Uriarte bahkan kini kokoh menempati peringkat kedua klasemen keseluruhan, membayangi sang pemuncak, Maximo Quiles (CFMoto Aspar Team).
Performa tanpa cela Uriarte pada seri teranyar di GP Jerman pun mendapat apresiasi tinggi dari Manajer Red Bull KTM Ajo, Niklas Ajo. “Kami sangat puas dengan Brian dan kemenangannya," kata Niklas Ajo, dilansir dari laman resmi KTM Ajo.
"Dia menjalani akhir pekan yang nyaris sempurna, tanpa kesalahan sama sekali baik dalam sesi Practice, Kualifikasi, maupun balapan, jadi kami tidak bisa meminta lebih dari ini di musim perdananya.
Kami sangat senang dengan penampilannya dan kemajuannya dalam beberapa balapan terakhir," ujarnya menambahkan.
Pilih Realistis dan Fokus Kejar Poin
Melihat peta persaingan yang kian ketat, Veda memilih bersikap realistis saat tiba di Jakarta pada Selasa (14/7/2026). Dibanding terbebani predikat murid baru terbaik, ia lebih memilih fokus memburu poin demi poin di setiap seri.
"Ya enggak ada yang enggak mungkin. Tetapi ya memang rookie tahun ini hampir semua kuat-kuat," kata Veda, dinukil dari ANTARA.
"Seperti Brian yang kemarin menang dan Hakim (Danish) yang sempat menang. Tetapi saya enggak mau fokus buat mendapatkan gelar Rookie of The Year. Awalnya enggak ada target untuk jadi rookie of the year, cuma ngoleksi poin doang. Tetapi sekarang ada yang kompetitif banget. Enggak punya ekspektasi (sejauh ini) sih," sambung pembalap asal Gunungkidul tersebut.
Daya juang Veda terhitung sangat luar biasa mengingat dirinya merupakan salah satu dari sedikit rookie Moto3 2026 yang sama sekali tidak memiliki modal jam terbang sebagai pembalap wild card maupun pembalap pengganti pada musim lalu.
"Setengah musim yang bagus bagi saya, apalagi ini tahun pertama saya di Moto3. Dan di awal-awal seri targetnya cuma bisa mendapatkan poin."
"Banyak juga pelajaran yang saya dapat karena ini tim baru dan kejuaraan ini juga baru buat saya. Jadi banyak pelajaran yang saya dapat," pungkas Veda.
Editor : Imron Hidayatullahh