Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

Bongkar Dapur Ducati: Alotnya Negosiasi Kontrak Marc Marquez hingga Alasan Utama Depak Pecco Bagnaia demi Pedro Acosta

Imron Hidayatullahh • Kamis, 16 Juli 2026 | 08:35 WIB
Dukati blak-blakan soal alasan depak Bagnaia hingga alotnya nego kontrak Marc Marquez. (Ducati)
Dukati blak-blakan soal alasan depak Bagnaia hingga alotnya nego kontrak Marc Marquez. (Ducati)

Radar Jember – Direktur Olahraga Ducati, Mauro Grassilli, akhirnya buka suara secara blak-blakan mengenai dinamika internal tim.

Mulai dari proses perpanjangan kontrak Marc Marquez hingga keputusan merekrut rider muda potensial, Pedro Acosta, sebagai pembalap resmi pabrikan.

Peran Grassilli di kubu Borgo Panigale memang sangat krusial; ia terlibat langsung saat pertama kali mendatangkan Marquez pada tahun 2024 dan kini menjadi tokoh kunci dalam transisi era baru Ducati. Semua tabir ini ia ungkap dalam sesi wawancara di podcast populer ‘ZamTube’.

Baca Juga: Zarco Ceritakan Detik-Detik Kakinya Tersangkut Motor Bagnaia di Kecepatan 300 Km/Jam di Catalunya: Takut Tidak Bisa Jalan Lagi!

Dalam menuntaskan kesepakatan dengan Marquez, Grassilli bahu-membahu bersama CEO Claudio Domenicali dan sang arsitek kejuaraan Gigi Dall’Igna.

Namun, ia mengakui bahwa mempertahankan pembalap bernomor 93 itu untuk era regulasi baru jauh lebih menguras energi ketimbang pendekatan pertamanya terdahulu. “Perpanjangan kontrak dengan Marc ini mungkin lebih sulit karena bobot kepentingannya agak berbeda dibandingkan kesepakatan pertama,” aku Grassilli.

Ia juga mengenang momen krusial pada pertengahan musim 2024 yang sangat menyita emosi manajemen. “Campuran berbagai hal yang terjadi di Mugello, harus memberi tahu Jorge Martin dan Enea Bastianini bahwa tidak ada tempat lagi, lalu mencoba membawa Marc, momen itu sangat rumit,” ungkapnya.

Baca Juga: Sachsenring Sakral! Samai Rekor Agostini, Marc Marquez Malah Ngaku Balapan Tanpa Strategi di MotoGP Jerman

Keterbatasan Finansial Ducati dan Kepercayaan Penuh pada Fisik Marquez

Grassilli membeberkan bahwa rumitnya perpanjangan kontrak Marquez kali ini bersumber pada besarnya tuntutan sang pembalap yang berbeda dari kontrak sebelumnya, mulai dari nilai ekonomi hingga detail klausul lainnya.

“Kami adalah perusahaan besar, tetapi kami bukan perusahaan super kaya yang bisa memuaskan semua keinginan. Jadi, menjaga keseimbangan finansial tidaklah mudah,” jelasnya.

Selain masalah finansial, riwayat cedera parah Marquez juga sempat menjadi sorotan publik. Namun, manajemen Ducati menegaskan bahwa mereka tidak pernah meragukan kondisi fisik sang juara dunia.

“Kami percaya pada Marc sebagai atlet dan pribadi. Kami tidak pernah ragu karena kami tahu jika ada masalah, Marc pasti akan mengatakannya,” jelasnya.

Alasan Mengejutkan di Balik Didepaknya Pecco Bagnaia

Bursa transfer ini juga mengonfirmasi hengkangnya Francesco 'Pecco' Bagnaia dari skuad utama. Grassilli secara mengejutkan membongkar bahwa ketegangan di dalam garasi sepanjang musim 2025 menjadi pemicu utama keretakan hubungan kedua belah pihak.

“Sayangnya kami memiliki masalah yang membuat kami berpikir tidak ada masa depan bersama saat ini. Beberapa pernyataannya di media sangat keras dan melemahkan keharmonisan grup,” ungkapnya blak-blakan.

Baca Juga: Epic Comeback Veda Ega Pratama di Moto3 Jerman 2026: Sempat Tercecer ke Posisi 16, Sukses Segel Finis Ke-8!

Cinta Pandang Pertama dengan Pedro Acosta

Slot kosong yang ditinggalkan Bagnaia dipastikan akan diisi oleh Pedro Acosta. Grassilli menganalogikan ketertarikan Ducati pada pembalap muda Spanyol itu layaknya dua insan yang sedang jatuh cinta.

“Kami saling mendekati, dan ketika kami memiliki kesempatan untuk bertemu langsung, rasanya hampir seperti cinta pada pandangan pertama,” ungkapnya.

Bagi Ducati, Acosta bukan sekadar pembalap yang menjanjikan hasil instan di lintasan, melainkan sosok yang memiliki karakter kuat untuk memikat hati para loyalis Ducati (Ducatisti). “Pedro sangat cepat dan agresif dalam arti positif. Menurut saya, dia memiliki hati 'Desmo' seperti kami,” katanya.

Baca Juga: RESMI! Fabio Di Giannantonio Bakal Duet dengan Alex Marquez di Garasi Red Bull KTM Mulai 2027

Mengenai potensi gesekan internal yang akan terjadi di dalam garasi antara Marquez dan Acosta pada musim 2027, Grassilli mengaku optimistis bahwa tim bisa mengendalikannya dengan baik berkat prinsip yang selalu dipegang oleh Gigi Dall'Igna.

“Seperti yang selalu dikatakan Gigi, lebih baik memiliki dua pembalap kuat di dalam tim dan mencoba mengaturnya, daripada memiliki dua pembalap kuat yang menjadi musuh di luar,” tutup Grassilli.

Editor : Imron Hidayatullahh
Pecco Bagnaia marc marquez ducati MotoGP