Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

Zarco Ceritakan Detik-Detik Kakinya Tersangkut Motor Bagnaia di Kecepatan 300 Km/Jam di Catalunya: Takut Tidak Bisa Jalan Lagi!

Imron Hidayatullahh • Selasa, 14 Juli 2026 | 10:18 WIB
Pembalap MotoGP tim LCR Honda menjalani pemeriksaan. (RRSS Johann Zarco)
Pembalap MotoGP tim LCR Honda menjalani pemeriksaan. (RRSS Johann Zarco)

Radar Jember – Beberapa pekan telah berlalu sejak kecelakaan hebat yang menimpa Johann Zarco di Grand Prix Catalunya, namun pembalap asal Prancis tersebut masih harus berjuang keras dalam proses pemulihan yang panjang.

Meskipun kabar terbaru menunjukkan tren yang sangat positif dan dirinya diprediksi kuat bisa kembali balapan di MotoGP sebelum musim 2026 berakhir, pembalap LCR Honda itu untuk pertama kalinya blak-blakan mengenai trauma psikologis berat yang ia alami akibat cedera tersebut.

Dilansir Radar Jember dari laman Motosan, Zarco mengurai kembali detail kecelakaan horor yang terjadi sesaat setelah start balapan kedua di Barcelona.

Insiden mengerikan itu tidak hanya menyudahi musim balapnya secara mendadak, tetapi juga sempat mengancam kelanjutan karier profesionalnya. Menengok ke belakang, Zarco mengakui ada satu momen krusial yang seharusnya bisa menghindarkannya dari petaka tersebut.

Baca Juga: Sachsenring Sakral! Samai Rekor Agostini, Marc Marquez Malah Ngaku Balapan Tanpa Strategi di MotoGP Jerman

Penyesalan Terbesar: Memaksakan Diri Ikut Start Kedua

Semua petaka ini sejatinya bermula bahkan sebelum kecelakaan utama terjadi. Pada start pertama, Alex Marquez mengalami kecelakaan parah yang memaksa bendera merah (red flag) dikibarkan.

Dalam insiden itu, serpihan motor pembalap Spanyol tersebut terbang dan menghantam kaki kiri Zarco dengan keras.

“Ketika Alex Marquez terjatuh, sebuah serpihan puing masuk ke kaki saya. Saya kembali ke pit dan melepas sepatu bot bahkan sebelum melepas helm. Kaki saya sudah memar keunguan,” kenang Zarco.

Mengingat kejadian itu, Zarco kini merasa sangat menyesal karena tetap memaksakan diri untuk kembali ke lintasan.

Baca Juga: Epic Comeback Veda Ega Pratama di Moto3 Jerman 2026: Sempat Tercecer ke Posisi 16, Sukses Segel Finis Ke-8!

“Saya kesal harus keluar balapan lagi karena seharusnya saya tetap tinggal di pit. Memang bagus bisa keluar dengan selamat dari start pertama, tetapi memikirkan bahwa semua ini sebenarnya bisa dihindari juga membuat saya gusar,” sesalnya.

Nyatanya, ia tetap memilih ikut start kedua, di mana hanya beberapa detik kemudian kecelakaan besar yang mengubah jalannya musim ini benar-benar terjadi.

Terjebak di Roda Motor pada Kecepatan 300 Km/Jam

Zarco memaparkan secara terperinci kronologi mengerikan saat motornya kehilangan kendali di titik pengereman pertama setelah start ulang dilakukan.

“Di Barcelona, saat kami tiba di titik pengereman, kecepatan kami sudah sekitar 300 km/h. Saya kehilangan kendali sepenuhnya dan bahkan tidak mencoba berpegangan pada motor. Ketika saya terlempar ke arah Pecco, kaki saya masuk ke dalam roda motornya,” urainya.

Dampak benturan tersebut sangat fatal. Pembalap Prancis itu berakhir dalam kondisi terjepit di antara motor Francesco Bagnaia dan Luca Marini tanpa bisa bergerak sedikit pun, sementara para marshal trek langsung berlari cepat untuk menolongnya.

“Rasanya sangat sakit, tetapi Anda bahkan tidak punya waktu untuk menyadari apa yang terjadi sebelum rasa sakit itu mendera. Itu adalah benturan yang sangat keras. Ketika motor berhenti, saya sadar saya terjebak. Mereka (marshal, Red) datang sangat cepat, tetapi tidak mau menyentuh saya karena mereka melihat kaki saya benar-benar terpelintir dan mengira mereka bisa mematahkan sesuatu yang lain. Namun di saat yang sama, saya merasa terbakar. Baju balap saya berputar dan menempel pada knalpot motor Pecco,” jelas Zarco menggambarkan situasi mencekam tersebut.

Baca Juga: Geliat Bursa Transfer MotoGP 2027: Alex Marquez Resmi Gabung Tim Pabrikan Red Bull KTM

Melihat parahnya kondisi, Bagnaia dan Luca Marini bahkan langsung ikut membantu mengevakuasi Zarco dengan raut wajah yang tampak sangat syok.

Trauma Berat dan Keajaiban Medis Tanpa Operasi

Begitu berhasil dievakuasi ke area gravel, pikiran Zarco langsung kosong. Ia sama sekali tidak peduli lagi dengan jalannya balapan atau poin kejuaraan dunia.

“Saya bahkan tidak memikirkan balapan. Saya hanya berpikir: 'Semoga saya bisa berjalan lagi'. Itulah ketakutan terbesar saya yang sebenarnya,” akunya.

Pemeriksaan medis awal mengonfirmasi adanya kerusakan parah pada tulang peroné, meniskus, dan robekan serius pada beberapa ligamen lutut. Rencana operasi awal bahkan sempat tertunda karena luka bakar serius yang dialaminya di trek dapat meningkatkan risiko infeksi. Vonis dokter di Lyon sempat membuat mentalnya runtuh seketika.

“Ketika saya tiba di Lyon, mereka memberi tahu saya: 'Kondisinya begini, musim Anda telah berakhir'. Saya menangis sedikit karena saya berpikir: 'Anda tidak akan pernah naik motor lagi meskipun hidup Anda berputar di sekitarnya'. Anda terbiasa melaju 300 km/h hampir setiap akhir pekan dan, tiba-tiba, semuanya berhenti. Itu adalah perasaan yang sangat aneh,” kenangnya emosional.

Namun, mukjizat medis menghampiri Zarco beberapa pekan kemudian. Proses pemulihan lututnya menunjukkan perkembangan yang luar biasa di luar prediksi tim medis. Ligamen-ligamen yang putus mulai menutup dan pulih secara alami, sehingga tim dokter akhirnya membatalkan tindakan operasi.

“dengan sangat, sangat baik. Saya bukan pemain bola atau pemain ski; tekanan yang dialami lutut di atas motor MotoGP itu berbeda. Saya akan kembali berlatih di atas motor pada awal atau pertengahan Agustus untuk mengembalikan feeling dan menguji diri saya sendiri. Saya tidak ingin kembali hanya demi balapan lagi. Saya ingin kembali dalam kondisi bugar dan dengan kepercayaan diri penuh,” pungkasnya optimistis menatap jadwal comeback yang ditargetkan pada bulan September mendatang.

Editor : Imron Hidayatullahh
#johann zarco #lcr honda #catalunya #MotoGP