Radar Jember – Marc Marquez benar-benar membuktikan kapasitasnya di GP Jerman dengan menyapu bersih doublet kemenangan (Sprint dan Balapan Utama) di Sirkuit Sachsenring. Ekspektasi besar yang dibebankan kepada pembalap Ducati tersebut saat tiba di Jerman langsung dibayar tuntas.
Sirkuit Sachsenring memang menjadi salah satu lintasan jimat bagi pembalap asal Catalunya itu. Lewat kemenangan ini, Marquez resmi menyamai rekor Giacomo Agostini sebagai pembalap dengan kemenangan terbanyak di satu sirkuit pada kelas premier, yakni dengan total sepuluh kemenangan.
Hasil sempurna ini sekaligus memangkas jarak Marquez menjadi hanya terpaut 18 poin dari sang pemuncak klasemen sementara, Jorge Martin, meski posisi Marquez sendiri masih tertahan di peringkat ketiga.
Kendati demikian, pembalap berjuluk The Baby Alien ini sangat sadar di area mana ia harus mulai 'menekan' dalam perburuan gelar juara dunia, sebagaimana dilaporkan oleh kolaborator kami, Manuel Pecino, langsung dari paddock Jerman.
“Saya tidak bersembunyi pada hari Kamis. Saya katakan bahwa jika saya ingin memiliki peluang sekecil apa pun di kejuaraan ini, kami harus menang di tempat yang semestinya. Karena akan ada sirkuit di mana kami harus menderita seperti di Belanda, tetapi di sini adalah waktunya. Jika Anda ingin memiliki peluang minimal di kejuaraan, maka tugas Anda adalah memenuhinya. Kami telah memenuhinya secara ketat dan dengan nilai yang sangat baik. Nilai maksimal, menurut saya,” tegas Marquez mengomentari performanya.
Remontada Tanpa Rencana Khusus di Jalur Perebutan Juara
Hanya dalam kurun waktu empat balapan terakhir, Marquez sempat tertinggal hingga 102 poin dari pemuncak klasemen saat itu, Marco Bezzecchi. Kini, posisinya sudah berbalik melampaui pembalap Italia tersebut.
“Kenyataannya adalah kami berada di dalam permainan. Kami berada dalam perjuangan total untuk memperebutkan gelar, tetapi remontada (kebangkitan) ini belum berakhir, saya masih tertinggal 18 poin. Jadi kami harus terus bekerja dengan intensitas yang sama dan yang terpenting masih ada sebelas balapan tersisa. Kita telah melihat hal-hal yang terjadi pada sebelas balapan pertama ini dan hal-hal yang akan terjadi pada sebelas balapan berikutnya,” jelasnya.
Baca Juga: RESMI! Fabio Di Giannantonio Bakal Duet dengan Alex Marquez di Garasi Red Bull KTM Mulai 2027
Mengenai jalannya balapan hari Minggu, Marquez mengaku sangat puas karena mampu memegang kendali penuh atas ritme motornya.
“Saya senang karena saya mengelolanya sesuai keinginan saya. Saya sempat ragu di sana karena pada ban depan saya melihat ada pergerakan yang aneh. Dan ada banyak kecelakaan akibat ban depan, di sana saya sedikit menurunkan kecepatan untuk memahami situasinya, dan kemudian kami bisa membuka jarak,” tuturnya.
Sayangnya, kebahagiaan Marquez sedikit ternoda setelah sang adik, Alex Marquez, harus mengalami kecelakaan fatal saat sedang nyaman melaju di posisi kedua.
“Saya akan seratus persen bahagia jika Alex berada di podium ini. Karena dia layak mendapatkannya, karena dia melaju sangat cepat di akhir pekan yang rumit. Dan setelah melihat bagaimana dia bekerja di Catalunya, kenyataannya dia pantas mendapatkan podium ini. Tapi tidak apa-apa, kemarin dia sudah merasakannya di Sprint Race; dan segera, pada balapan-balapan berikutnya, dia akan merasakannya juga di balapan hari Minggu,” sesal Marquez.
Marquez secara mengejutkan juga mengakui bahwa aksi kebangkitannya musim ini sama sekali tidak mengikuti rencana strategis tertentu.
“Saya berada di posisi ini lebih karena kesalahan orang lain daripada karena diri saya sendiri. Saya melakukannya dengan sangat baik, tetapi saya tidak melakukan sesuatu yang istimewa,” akunya jujur.
Baca Juga: Geliat Bursa Transfer MotoGP 2027: Alex Marquez Resmi Gabung Tim Pabrikan Red Bull KTM
Belajar Mengatur Batas Fisik dan Menolak Dibandingkan dengan Nadal atau Messi
Meski namanya kerap disejajarkan dengan deretan legenda olahraga dunia seperti Rafael Nadal atau Lionel Messi, Marquez memilih untuk tetap membumi dan menolak komparasi tersebut. Ia justru menjadikan perjuangan Nadal sebagai referensi kariernya.
“Saya tidak akan pernah membandingkan diri saya dengan pria sekaliber itu, tetapi saya mencoba menjadikan mereka referensi,” bebernya.
Pengalaman cedera parah juga memaksa pemilik nomor motor 93 ini untuk lebih bijak dalam mengatur porsi tenaganya di atas lintasan balap.
“Sepuluh kemenangan di Sachsenring saya pikir adalah sesuatu yang sangat spesial di sebuah sirkuit, di MotoGP. Saat ini kami sangat menikmati kemenangan-kemenangan ini dan mari kita lihat apakah kami bisa mendapatkan lebih banyak lagi) tutup Marquez.
Editor : Imron Hidayatullahh