Radar Jember - Bentrokan sengit antara Fabio Di Giannantonio dan Marc Marquez di MotoGP Belanda 2026 membangkitkan kembali memori salah satu perseteruan paling ikonik dalam sejarah balap motor dunia.
Insiden tersebut pecah di Sirkuit Assen saat Diggia nekat melancarkan manuver agresif demi menyalip Marc Marquez di chicane terakhir pada lap ke-20.
Aksi berani itu memaksa Marquez melebar hingga terperosok ke area gravel. Di sisi lain, Diggia sendiri gagal mengendalikan motornya dengan sempurna sehingga memotong chicane dan melintasi area luar batas sirkuit.
Lantaran dinilai tidak kehilangan waktu minimal satu detik setelah memotong tikungan, Steward FIM langsung menjatuhkan hukuman long lap penalty kepada rider VR46 Ducati tersebut.
Mirip Duel Rossi dan Marquez
Ketegangan di lintasan ini langsung mengingatkan para pencinta MotoGP pada duel legendaris antara Marc Marquez melawan Valentino Rossi di tikungan yang sama pada MotoGP 2015 silam.
Kala itu, giliran Marquez yang tampil agresif di chicane terakhir hingga mendorong Rossi keluar trek melintasi gravel. Kendati demikian, The Doctor tetap sanggup mengamankan posisi terdepan dan keluar sebagai pemenang.
Momen ikonik tersebut kemudian abadi sebagai salah satu puncak rivalitas Rossi dan Marquez. Uniknya, jika 11 tahun lalu Marquez bertindak sebagai penyerang Rossi, kali ini posisinya justru berbalik 180 derajat menjadi pihak yang terdesak.
Baca Juga: Klasemen Moto3 2026, Posisi Veda Ega Pratama Melorot setelah Crash Lap Kedelapan di Assen
Diggia Sebut Kemiripan Itu Hanya Kebetulan
Sebagai pembalap yang bernaung di bawah tim milik Valentino Rossi, Diggia mengaku baru menyadari adanya kemiripan deja vu tersebut setelah menyaksikan siaran ulang balapan.
"Ketika saya melihat kembali rekamannya, sangat menarik melihat kemiripannya," kata Diggia, dikutip dari laman Crash, Senin (29/6/2026).
Walau begitu, rider asal Italia ini menegaskan tidak ada niat terselubung untuk mereka ulang momen historis The Doctor vs The Baby Alien.
"Tapi terkadang hal seperti ini memang terjadi. Saya juga membaca berbagai komentar yang menghubungkan tanggal dan waktunya, tetapi menurut saya itu murni kebetulan," ujarnya.
Baca Juga: Hasil Moto3 Belanda: Veda Ega Pratama Crash, Maximo Quiles Berpesta Juara
Diggia Akui Lupa Aturan soal Chicane
Terkait hukuman long lap penalty yang diterimanya, Diggia secara menganggap keputusan tersebut sudah tepat. Ia berkilah sempat melupakan regulasi pemotongan jalur karena terlalu bernafsu mengamankan posisi terdepan.
"Saya memang mengira akan mendapat penalti karena memotong chicane, tetapi sejujurnya saya lupa dengan regulasinya. Saya sedang fokus balapan," kata Diggia.
Dirinya bahkan sempat kebingungan saat alarm sanksi menyala di panel instrumen motornya. "Ketika pemberitahuan penalti muncul, saya sempat berpikir, 'Hah, untuk apa?' Lalu saya sadar, 'Oh ya, mungkin memang benar'," ia menambahkan.
Baca Juga: Apes di Assen! Veda Ega Pratama Crash di Moto3 Belanda 2026, Sempat Saling Sikut di Barisan Depan
Tetap Finis Keempat Meski Jalani Long Lap Penalty
Hebatnya, hukuman penalti tersebut tidak memadamkan taji Diggia. Ia tidak kehilangan banyak waktu dan langsung tancap gas untuk memburu kembali Marc Marquez.
Setelah sukses mengasapi Marquez di lap-lap akhir, ia juga berhasil melewati Alex Marquez demi mengunci finis di posisi keempat.
Berkat hasil impresif ini, Diggia resmi menjadi penunggang Ducati dengan raihan finis terbaik pada MotoGP Belanda 2026.
Tambahan poin krusial dari Assen ini juga memangkas jaraknya menjadi hanya terpaut 16 angka dari pemuncak klasemen sementara MotoGP 2026.
Editor : Imron Hidayatullahh