Radar Jember - Rider VR46 Ducati, Fabio Di Giannantonio, berjiwa besar mengakui bahwa hukuman penalti yang diterimanya pada MotoGP Belanda 2026 sudah sangat tepat.
Pembalap asal Italia tersebut membeberkan bahwa dirinya sempat melupakan regulasi saat memotong tikungan chicane terakhir kala terlibat duel sengit dengan Marc Marquez di Sirkuit TT Assen.
Insiden menegangkan itu pecah pada lap ke-20 dari total 26 putaran. Di Giannantonio melancarkan manuver super agresif dengan mencoba menyalip Marquez dari sisi dalam chicane terakhir.
Baca Juga: Apes di Assen! Veda Ega Pratama Crash di Moto3 Belanda 2026, Sempat Saling Sikut di Barisan Depan
Aksi nekat ini memaksa Marquez melebar hingga keluar lintasan menuju area gravel. Di sisi lain, Di Giannantonio sendiri gagal mengendalikan motornya dengan sempurna hingga melewati area biru di luar batas sirkuit.
Akibat tidak kehilangan waktu minimal satu detik setelah memotong chicane tersebut, Steward FIM menjatuhkan hukuman long lap penalty.
Di Giannantonio tak menampik sempat tersulut emosi saat sanksi tersebut diumumkan. Namun, setelah merenungkan kembali aturan yang berlaku, ia sadar keputusan pengadil lapangan tidak keliru.
"Saat itu, ya, saya memang kesal," kata Di Giannantonio seperti dinukil dari laman Crash.
Baca Juga: Hasil Moto3 Belanda: Veda Ega Pratama Crash, Maximo Quiles Berpesta Juara
"Saya memang memperkirakan akan mendapat penalti karena memotong chicane. Namun, sejujurnya saya lupa dengan aturannya. Saat itu saya benar-benar fokus balapan," tambahnya.
Pembalap bernomor motor 49 ini awalnya sempat kebingungan begitu melihat alarm peringatan menyala di dashboard motornya.
"Ketika pemberitahuan itu muncul, saya berpikir, 'Hah, penalti untuk apa?' Lalu beberapa saat kemudian saya sadar, 'Oh ya, mungkin memang benar'," ujarnya.
Bukan cuma itu, andalan VR46 Racing Team ini juga menyesali keteledorannya yang absen menjajal jalur long lap penalty sepanjang sesi latihan bebas di akhir pekan.
"Ini kesalahan saya karena sepanjang akhir pekan saya tidak pernah mencoba jalur long lap. Biasanya saya selalu mencoba setidaknya satu kali."
"Kali ini saya tidak melakukannya dan justru harus menjalaninya saat balapan. Karena itu saya sempat tidak yakin bagaimana melewatinya dengan benar. Namun pada akhirnya menurut saya hukumannya memang pantas. Saya memotong chicane, jadi tidak masalah," tutur Di Giannantonio.
Kendati harus menuntaskan hukuman penalti, taji Di Giannantonio tidak kendur. Ia mampu memangkas jarak, kembali memburu Marc Marquez, dan sukses menyalipnya pada lap ke-25.
Baca Juga: Klasemen Moto3 2026, Posisi Veda Ega Pratama Melorot setelah Crash Lap Kedelapan di Assen
Sesaat setelahnya, Alex Marquez juga berhasil ia asapi demi mengamankan finis di posisi keempat. Hasil impresif ini mengantarkan Di Giannantonio sebagai penunggang Ducati dengan finis terbaik di MotoGP Belanda 2026.
Tambahan poin krusial dari Assen ini juga membuat asa juara dunianya makin menyala, sebab kini ia hanya berjarak 16 poin saja dari sang pemuncak klasemen sementara MotoGP 2026.
Editor : Imron Hidayatullahh