RADAR JEMBER - Peta persaingan di kejuaraan dunia balap motor kelas Moto3 diprediksi bakal mengalami guncangan hebat dalam beberapa tahun ke depan.
Kabar mengejutkan berembus mengenai rencana raksasa pabrikan asal Jepang, Yamaha, yang dilaporkan siap mengambil alih dominasi dan menguasai panggung Moto3 mulai musim 2028.
Langkah besar ini pun langsung memicu spekulasi panas: akankah masa depan rider muda ajaib asal Indonesia, Veda Ega Pratama, ikut berubah drastis?
Pembalap Indonesia Veda Ega Pratama belum terdampak langsung keputusan Moto3 menjadikan Yamaha sebagai pemasok motor eksklusif mulai 2028.
Pembalap Honda Team Asia itu masih memiliki kesempatan mengembangkan kariernya di era persaingan Honda dan KTM sebelum regulasi baru diberlakukan.
Mengapa Moto3 Berubah Total Mulai 2028?
Moto3 memasuki babak baru setelah Dorna mengumumkan Yamaha sebagai pemasok tunggal motor untuk seluruh peserta mulai musim 2028.
Pengumuman itu disampaikan dalam konferensi pers khusus pada MotoGP Belanda di Sirkuit Assen.
Keputusan tersebut mengakhiri era mesin 250 cc empat langkah yang digunakan sejak kelas 125 cc dua langkah berakhir pada 2012.
Nantinya seluruh pembalap akan memakai motor baru Yamaha yang masih dirahasiakan, menggunakan versi "highly modified" dari mesin R7 yang dipadukan dengan sasis prototipe.
Motor generasi baru itu diklaim menghasilkan tenaga sekitar 90 hp dengan bobot hanya 120 kilogram.
Performanya bahkan disebut lebih cepat dibanding motor Moto3 yang digunakan saat ini.
Chief Sporting Officer MotoGP, Carlos Ezpeleta, menegaskan perubahan besar tersebut bukan sekadar pergantian motor.
Editor : M. Ainul Budi