Radar Jember – Rider muda berbakat asal Indonesia yang bernaung di bawah bendera Honda Team Asia, Veda Ega Pratama, mengakui secara terbuka bahwa aspek menjaga konsistensi penampilan sepanjang jalannya balapan merupakan hal yang sangat krusial di kelas Moto3.
Kesimpulan berharga tersebut ia petik secara langsung setelah merasakan ketatnya atmosfer persaingan pada balapan terakhir di seri Moto3 Republik Ceko 2026.
Pembalap andalan tanah air itu menyudahi balapan Moto3 Republik Ceko 2026 pekan lalu dengan finis di posisi kelima.
Jalannya balapan sengit itu sendiri berlangsung di lintasan legendaris Sirkuit Automotodrom Brno, Brno, pada Minggu malam, 21 Juni 2026 WIB.
Jika melihat jalannya balapan di atas sirkuit, Veda Ega sebenarnya memiliki peluang besar untuk mengamankan catatan waktu serta posisi finis yang jauh lebih baik.
Selama balapan berlangsung, ia bahkan sempat merangsek ke barisan depan dan menempati posisi keempat, sebelum akhirnya tensi tinggi di lintasan memaksa posisinya tergeser ke peringkat keenam dan pada akhirnya menyentuh garis finis di urutan kelima.
"Untuk lap terakhir, saya masih perlu banyak meningkatkan diri. Banyak pembalap memiliki pengalaman lebih banyak daripada saya demi lebih memahami cara mengelola momen-momen penentuan di akhir balapan," kata Veda Ega memberikan analisisnya terkait situasi krusial di lap terakhir, dikutip Rabu (24/6/2026).
Melihat dinamika tersebut, pembalap kelahiran Gunungkidul ini menegaskan komitmennya untuk segera melangsungkan evaluasi mendalam berdasarkan seluruh catatan performa dari seri Ceko tersebut.
Evaluasi total ini dinilai sangat penting agar dirinya dapat membenahi kekurangan taktis dan tampil jauh lebih kompetitif dalam seri balapan-balapan selanjutnya.
"Saya akan belajar dari balapan ini dan terus bekerja untuk seri berikutnya. Ini adalah pengalaman yang sangat penting bagi saya," tegas Veda dengan penuh optimisme.
Berdasarkan kalkulasi poin di papan klasemen sementara Moto3 pasca-seri Brno, posisi Veda saat ini masih tertahan di peringkat keenam dengan koleksi total 82 poin.
Pembalap masa depan Indonesia ini tercatat memiliki selisih 104 poin dari sang pemuncak klasemen sementara, Maximo Quiles, yang merupakan andalan dari tim CFMOTO Gaviota Aspar Team.
Perjalanan musim yang masih panjang tentu menjadi momentum bagi Veda untuk terus memangkas jarak poin tersebut.
Editor : Imron Hidayatullahh