Radar Jember – CEO Aprilia Racing, Massimo Rivola, bergerak cepat untuk meredam polemik yang melibatkan pembalapnya, Marco Bezzecchi, dalam rangkaian MotoGP Ceko di Sirkuit Brno.
Rivola terpaksa memberikan pernyataan resmi menyusul aksi tidak terpuji yang dilakukan Bezzecchi pada hari Sabtu (20/6).
Langkah cepat ini serupa dengan apa yang dilakukannya saat menyikapi insiden tabrakan massal di Hungaria akibat kesalahan Jorge Martin sebelumnya.
Akhir pekan ini dipastikan menjadi momen yang sangat menguras energi bagi Aprilia dan Bezzecchi yang saat ini tengah memimpin klasemen kejuaraan dunia.
Rivola membuka komentarnya dengan menyampaikan permohonan maaf resmi kepada petugas di lintasan.
“Pertama-tama, kami juga meminta maaf kepada para marshal trek. Hukuman ini tidak dapat diganggu gugat dari sudut pandang ketegasan, dalam arti kami tidak bisa menoleransi tindakan seperti itu. Alasan kami mengajukan banding adalah karena di masa lalu episode yang jauh lebih ringan diperlakukan secara berbeda,” kata Rivola.
“Niat kami adalah tetap melihatnya di lintasan, mungkin dengan denda yang besar, tetapi mengikuti kriteria serupa dengan yang diterapkan sebelumnya. Kriteria itu tidak digunakan dan tidak apa-apa. Kami tidak memiliki hal lain untuk ditambahkan, keputusan itu adil dan kami menerimanya,” urai Rivola pasrah.
Baca Juga: Update Klasemen Moto3 2026! Veda Ega Pratama Peringkat 6, Hakim Danish Menempel Ketat di Posisi 7
Upaya Menjaga Soliditas Tim dan Alasan di Balik Kepanikan Bezzecchi
Di tengah situasi pelik ini, Rivola menekankan pentingnya menjaga kebersamaan dan mentalitas internal tim agar tetap solid.
“Di saat-saat seperti ini, penting untuk berperilaku sebagai tim yang bersatu, seperti yang kami lakukan baru-baru ini dengan Jorge atas apa yang terjadi. Saya pikir Marco cukup kuat untuk bereaksi dan dengan dukungan tim dia akan menjadi lebih kuat,” jelas sang CEO.
Lebih lanjut, Rivola membeberkan detail rekaman video yang menunjukkan bahwa aksi Bezzecchi sebenarnya dipicu oleh kepanikan yang luar biasa melihat kondisi motornya yang membahayakan.
“Ya. Jika Anda melihat video itu dengan cermat, dia awalnya tidak marah, dia hanya berjalan kaki. Dia mulai berlari saat mendengar mesin motor meraung di batas maksimal (limiter). Rodanya berputar pada kecepatan 165 km/jam dan melemparkan serpihan ke mana-mana,” katanya.
“Bayangkan apa yang bisa terjadi jika motor itu tetap berjalan dan bergerak sendiri,” ungkapnya membedah kronologi kejadian.
Tekanan Perebutan Juara Dunia dan Ancaman Nyata Marc Marquez
Aprilia saat ini memang sedang menghadapi ujian berat di tengah ketatnya persaingan papan atas.
Namun, Rivola menegaskan timnya tidak boleh panik dan harus terus fokus bekerja tanpa terlalu sering meratapi tabel klasemen.
Ia juga memuji rival mereka, terutama kebangkitan menakutkan dari Marc Marquez.
“Kami memiliki motor yang kompetitif dan pembalap yang sangat kuat. Ai Ogura juga telah membuktikannya hari ini. Pada saat yang sama kami harus mengucapkan selamat kepada rival kami,” ungkap Rivola.
Baca Juga: Buka Suara Usai Dipukul Dua Kali oleh Marco Bezzecchi di MotoGP Ceko, Sang Marshal: Dia Stres!
“Ducati telah membuat lompatan ke depan yang penting, di luar kesialan kami. Marquez sudah menakutkan bahkan saat tidak dalam performa terbaiknya. Sekarang setelah pulih, dia bahkan lebih menakutkan lagi,” akunya objektif.
Menutup penjelasannya, Rivola mengakui bahwa tensi tinggi tidak dapat dihindari ketika sebuah tim sedang bertarung memperebutkan takhta tertinggi kejuaraan dunia.
Kendati mengutuk keras tindakan fisik tersebut, ia secara personal menyukai karakter pembalap yang membalap dengan melibatkan hati dan emosi murni mereka.
Editor : Imron Hidayatullahh