Radar Jember – Nama Veda Ega Pratama kembali menjadi pusat perhatian publik balap internasional. Hal ini terjadi setelah adanya perubahan hasil balapan Moto3 Hungaria 2026.
Keputusan tersebut berdampak langsung pada persaingan sengit di klasemen rookie musim ini. Pembalap muda asal Indonesia itu mendapat keuntungan besar.
Rivalnya, Brian Uriarte, harus kehilangan poin akibat sanksi diskualifikasi usai evaluasi pasca-balapan.
Perubahan hasil ini membuat Veda Ega Pratama kembali memimpin klasemen pendatang baru atau Rookie of the Year Moto3 2026.
Berkat tambahan poin dari revisi tersebut, peluang Veda mempertahankan posisi puncak semakin terbuka lebar.
Kabar mengenai Veda dan Uriarte langsung menjadi topik hangat setelah GP Hungaria. Namun, publik perlu memisahkan antara fakta resmi dan rumor yang beredar di media sosial serta YouTube.
Brian Uriarte kehilangan poin setelah keputusan Steward keluar. Pembalap asal Spanyol itu didiskualifikasi usai evaluasi hasil balapan di Sirkuit Balaton Park, Hungaria.
Dampaknya, poin Uriarte yang diraih di barisan depan resmi dihapus dari klasemen. Meski demikian, detail teknis sanksi tetap harus merujuk pada dokumen resmi FIM Stewards.
Baca Juga: Veda Ega Pratama Ngaku Ogah Kejar Rookie of the Year: Ini Targetnya di Moto3 2026
Di sisi lain, revisi hasil balapan ini membawa berkah bagi Veda Ega Pratama. Pembalap binaan Astra Honda Motor itu sebenarnya sempat merugi saat balapan. Ia harus menjalani long lap penalty yang membuatnya kehilangan banyak posisi.
Namun, evaluasi lanjutan terhadap jalur penalti dan pencatatan waktu mengubah klasifikasi akhir.
Tambahan poin ini membuat Veda mengoleksi total 81 poin. Ia pun sukses melesat kembali ke posisi teratas klasemen rookie Moto3 2026.
Isu jalur long lap penalty di Balaton Park sendiri sempat memicu kontroversi. Karakter lintasan yang sempit membuat hukuman tersebut terasa lebih berat dibanding sirkuit lain.
Kehilangan waktu beberapa detik langsung membuat posisi pembalap melorot jauh. Walau begitu, belum ada pernyataan resmi mengenai pelanggaran regulasi desain sirkuit.
Selain polemik penalti, perhatian pengamat tertuju pada performa motor Honda NSF250RW milik Veda.
Motor Honda dinilai masih kewalahan menghadapi keganasan KTM RC250GP di karakter lintasan tertentu.
Namun, Veda menegaskan bahwa setiap motor memiliki keunggulan yang berbeda. Menurutnya, Honda NSF250RW mempunyai kelebihan tersendiri.
"Honda NSF250RW memiliki karakter aerodinamika yang baik dan tetap kompetitif terutama saat melibas tikungan cepat serta menjaga stabilitas di berbagai kondisi lintasan," ujar pembalap asal Gunungkidul tersebut.
Pendekatan taktis inilah yang membantu Veda tetap kompetitif melawan para pembalap Eropa. Kini, fokus Veda sepenuhnya tertuju pada seri berikutnya. Persaingan di papan atas dipastikan akan semakin ketat karena selisih poin yang sangat tipis.
Editor : Imron Hidayatullahh