Radar Jember – Kiprah pembalap muda Veda Ega Pratama di panggung Grand Prix dunia kian mencuri perhatian publik.
Terlebih setelah sukses menorehkan sejarah besar sebagai pembalap Indonesia pertama yang berhasil menapaki podium di kelas Moto3.
Kendati ekspektasi penggemar tanah air melonjak drastis, rider andalan Honda Team Asia tersebut justru mengaku tidak mau terbebani untuk mengejar predikat Rookie of The Year Moto3 2026 sebagai target prioritas utamanya musim ini.
Pernyataan murni itu dilontarkan Veda saat memanfaatkan jeda kompetisi musim panas untuk mudik ke Indonesia.
Di kala banyak pihak mulai memprediksi peluangnya menyabet gelar pembalap pendatang baru terbaik, pemuda asal Gunungkidul ini memilih untuk tetap menginjak bumi dan fokus pada proses adaptasi di kejuaraan dunia.
Bagi pembalap berusia 17 tahun ini, target realistisnya saat ini adalah mengamankan poin sebanyak mungkin serta menyerap ilmu di setiap akhir pekan balap, sedangkan raihan podium ataupun gelar akhir tahun dianggapnya sebagai bonus semata.
"Saya ingin mendapatkan poin sebanyak-banyaknya dan mendapatkan pelajaran sebanyak-banyaknya sebagai rookie," ungkap Veda lugas.
Momen kepulangan ke kampung halaman ini terbilang sangat berharga setelah berbulan-bulan lamanya menghabiskan waktu di benua Eropa untuk balapan.
Meski jatah liburnya terhitung singkat sekitar satu pekan karena harus segera mengurus berkas perjalanan, Veda tetap menyempatkan diri melepas rindu dengan keluarga dan kuliner lokal.
Menariknya, ia juga berniat menyambangi kembali kawasan Pasar Sapi Sionoharjo di Gunungkidul, sebuah tempat penuh memori historis di mana ia pertama kali belajar mengendarai sepeda motor dan mengenal dunia balap sejak umur enam tahun sebelum akhirnya melesat ke level dunia.
Mengenai peta persaingan di grid, pembalap yang tampil impresif di Moto3 Brasil 2026 tersebut secara terbuka menunjuk rider muda Brian Uriarte sebagai rival paling kompetitif yang wajib diwaspadai di kelas debutan karena kerap terlibat duel sengit di lintasan.
Namun, Veda memilih tidak ambil pusing memikirkan klasemen poin rookie dan lebih berfokus meningkatkan feeling berkendara di atas motor Honda NSF250RW miliknya.
Terkait aspek teknis, Veda memberikan ulasan mendalam mengenai performa motornya yang dikenal sangat bertenaga dan stabil saat melibas sirkuit berkarakter tikungan cepat (fast corner).
Kendati demikian, paket motor Honda diakuinya masih memiliki titik lemah yang harus segera dibenahi ketika dihadapkan pada trek berkarakter stop-and-go yang menuntut pengereman keras serta tikungan sempit.
"Kami masih perlu meningkatkan performa di sirkuit yang banyak tikungan sempit dan pengereman keras karena saat ini masih agak kesulitan," jelas pembalap masa depan Indonesia tersebut mengenai evaluasi teknis timnya.
Editor : Imron Hidayatullahh