Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

Dituduh Kalah Tenaga dari KTM, Veda Ega Pratama Spill Kelebihan dan Kelemahan Honda NSF 250 RW di Panggung Moto3

Imron Hidayatullahh • Kamis, 11 Juni 2026 | 09:23 WIB
Veda Ega Pratama, pembalap muda asal Gunungkidul, Yogyakarta, pulang tanpa memetik satu poin pun di Moto3 Hungaria. (Dok. Honda Team Asia)
Veda Ega Pratama, pembalap muda asal Gunungkidul, Yogyakarta, pulang tanpa memetik satu poin pun di Moto3 Hungaria. (Dok. Honda Team Asia)

Radar Jember – Langkah debut pembalap muda berbakat, Veda Ega Pratama, di kancah kejuaraan dunia balap Moto3 musim ini terus memantik atensi besar dari pencinta otomotif global.

Sorotan masif tersebut tak lepas dari serangkaian performa impresif yang ditunjukkan rider belia ini saat menjinakkan ketatnya persaingan di berbagai seri sirkuit internasional.

Namun, di samping decak kagum terhadap talenta Veda, perbincangan hangat di dalam paddock justru banyak menguliti kinerja motor tunggangannya, Honda NSF 250 RW.

Baca Juga: Veda Ega Pratama Buka Suara Soal Insiden Sesi Kualifikasi yang Berbuntut Long Lap Penalty di Moto3 Hungaria: Gak Sengaja!

Spekulasi yang berkembang di kalangan pengamat menyebut raksasa pabrikan Jepang tersebut mulai keteteran serta kalah tenaga dan daya saing jika diadu langsung dengan rival abadi mereka, KTM RC250GP.

Merespons rapor miring tersebut, Veda meluruskan bahwa konstelasi kompetisi di kelas Moto3 sangat dinamis, di mana setiap kuda besi sejatinya mengusung keunggulan dan titik lemahnya masing-masing.

"Honda NSF 250 RW ini kuat di sirkuit-sirkuit yang memiliki banyak tikungan berkecepatan tinggi," buka pembalap jebolan pembinaan bakat PT Astra Honda Motor (AHM) tersebut saat ditemui di Jakarta pada Selasa (9/6/2026).

Uraian Desain Aerodinamis, Keunggulan Top Speed, dan Titik Lemah di Sektor Handling

Lebih mendalam, pembalap asal Indonesia ini menjabarkan bahwa performa apik Honda di tikungan cepat didorong oleh konfigurasi desain bodi yang jauh lebih aerodinamis.

Baca Juga: Bos Honda Asia Angkat Bicara! Ungkap Penyebab Utama Veda Ega Pratama Gagal Total Raih Poin di Moto3 Hungaria!

Tidak hanya unggul di sektor stabilitas tikungan, Veda mengonfirmasi bahwa dalam urusan akselerasi puncak di trek lurus, pasokan mesin Honda masih memegang kendali di grid Moto3.

"Untuk di lintasan lurus juga biasanya top speed-nya Honda ini paling tinggi," tambah pembalap yang baru saja menginjakkan kaki kembali di tanah air setelah merampungkan rangkaian balapan di Eropa tersebut.

Kendati punya modal kecepatan yang menakutkan, motor berkode NSF 250 RW ini bukan tanpa celah. Berdasarkan pengalaman empiris Veda di atas lintasan, kelemahan mendasar motor ini langsung terekspos saat dipaksa melibas tikungan dengan sudut sempit atau tajam (hairpin).

Karakteristik radius putar inilah yang membuat jalannya balapan menjadi sangat situasional; ada kalanya sebuah sirkuit sangat ramah bagi penunggang Honda, namun di layout lain justru menjadi taman bermain bagi para penunggang KTM.

Uraian Favorit Sirkuit Catalunya dan Ambisi Besar Menuju GP Mandalika

Ketika didesak mengenai sirkuit mana yang paling klop dengan DNA mekanis motor Honda, rider masa depan Indonesia ini tanpa ragu menunjuk salah satu lintasan legendaris di tanah Matador, Spanyol.

Baca Juga: Hasil Moto3 Hungaria 2026: Veda Ega Pratama Finis Ke-16 setelah Jalani Long Lap Penalty!

"Menurut saya sirkuit Montmelo (Catalunya, Red). Itu cocok," tukasnya memberikan analisis teknis terkait keselarasan antara karakter motor dengan sirkuit Barcelona tersebut.

Sementara itu, menyinggung soal Sirkuit Mandalika yang bakal menjadi panggung balapan kandang (home race) di depan publik sendiri, Veda menyebut trek di Lombok tersebut merupakan salah satu lintasan favoritnya.

Dirinya menaruh harapan besar untuk bisa memeras potensi terbaik motornya di setiap seri tersisa, terutama saat tampil memukau di hadapan pendukung fanatik tanah air.

"Pasti bakalan seru nanti di Mandalika," tutup Veda dengan nada optimistis menyambut GP Indonesia mendatang.

Editor : Imron Hidayatullahh
#honda team asia #veda ega pratama #moto3 #ahm