Radar Jember – Marc Marquez sukses mencetak double kemenangan pertamanya musim ini dalam gelaran Grand Prix Hungaria.
Sirkuit Balaton Park tampaknya memang menjadi salah satu trek yang sudah ditandai khusus oleh pembalap Spanyol tersebut.
Meski kondisi fisiknya belum mencapai level 100 persen saat tiba di Hungaria, hal itu tidak menghentikan pembalap pabrikan Ducati ini untuk menguasai akhir pekan.
Marquez tidak hanya merebut pole position pada sesi kualifikasi Sabtu, melainkan juga menyapu bersih podium tertinggi di sesi Sprint Race hingga balapan utama pada hari Minggu (7/6/2026).
Baca Juga: Peluang Juara Dunia 2026 Menipis, Marc Marquez Beri Jawaban Mengejutkan Soal Rencana Pensiun!
Kemenangan ini sekaligus menjadi torehan sejarah baru sebagai kemenangan ke-100 sepanjang kariernya di Kejuaraan Dunia, sebuah suntikan motivasi besar bagi sang pembalap yang kini memilih untuk tetap bersikap realistis.
Kembali Naik Podium Tertinggi Usai Badai Cedera
“Di tikungan pertama itu, para pembalap yang punya ritme bagus terjatuh. Kami bekerja sangat baik akhir pekan ini. Ketika seorang petarung bertemu dengan petarung lain, Anda tahu pertempuran akan terjadi. Pedro sangat cepat dalam pengereman. Kami bersentuhan, tetapi selalu menyisakan ruang yang tepat untuk satu sama lain. Itu adalah duel yang indah,” urai Marquez mengenai jalannya balapan.
Meskipun berhasil memangkas jarak hingga 30 poin dari sang pemuncak klasemen sementara, Marco Bezzecchi, Marquez justru menegaskan bahwa dirinya belum memikirkan perebutan takhta juara dunia.
Baca Juga: Ai Ogura Mengungkap Manuver Menyalip Marc Marquez Tidak Sepenuhnya Bersih di Mugello
“Kejuaraan ini masih sangat panjang. Namun, sejujurnya, saya tidak merasa siap untuk benar-benar bertarung berebut gelar. Saya ingin sekali mengatakannya, tetapi kenyataannya tidak demikian. Di sini segalanya berjalan baik, tetapi di Mugello saya tertinggal 10 detik di belakang Bezzecchi,” jelas pembalap bernomor 93 itu panjang lebar.
“Kalian mengenal saya, jika saya di sini, itu adalah untuk selalu bertarung. Saya berharap bisa bersenang-senang, saya selalu memberi tekanan pada karier saya, tetapi dengan semua yang telah terjadi, saya paham bahwa yang saya butuhkan adalah bersenang-senang dan bersantai,” tambahnya.
Sejarah Kemenangan Ke-100 dan Kenangan Rivalitas Masa Lalu
Terkait rekor fantastis 100 kemenangan yang baru saja diraihnya, Marquez mengakui perjalanan mentalnya sejak tahun 2020 sangat menguras emosi.
Bahkan di Mugello sebelumnya, ia sempat merayakan finis posisi ketujuh karena sadar itulah batas maksimal kemampuannya saat itu.
Menatap seri berikutnya di Brno dan Assen, Marquez bersiap menghadapi ujian berat karena karakter sirkuit tersebut sangat menyiksa lengan kanannya akibat banyaknya perubahan arah yang cepat.
Menariknya, saat mengenang kembali perjalanan panjang kariernya hingga mencapai angka 100 kemenangan, Marquez menyebut era persaingannya dengan para legenda terdahulu sebagai momen yang paling berkesan.
“Kemenangan pertama saya di MotoGP di Austin. Itu adalah kejutan nyata bagi saya untuk menang secepat itu, di balapan kedua saya di kelas utama. Kemarin saya menyadari bahwa 16 tahun telah berlalu sejak kemenangan pertama saya di kejuaraan dunia, tetapi MotoGP adalah MotoGP. Bertarung dengan Lorenzo, Pedrosa, dan Valentino (Rossi, Red) sangatlah indah,” pungkas Marquez menutup nostalgia manisnya.
Editor : Imron Hidayatullahh