Radar Jember – Pembalap andalan Indonesia, Veda Ega Pratama, bersiap menghadapi ujian berat pada balapan utama Moto3 Hungaria 2026.
Rookie berbakat yang bernaung di bawah bendera Honda Team Asia tersebut dipastikan akan memulai balapan dari baris ketiga, tepatnya di posisi kesembilan.
Tak hanya harus berjuang dari baris tengah, Veda juga wajib menjalani hukuman Long Lap Penalty (LLP) selama balapan berlangsung.
Berdasarkan rilis resmi dari situs MotoGP, FIM MotoGP Steward Panel menjatuhkan hukuman LLP tersebut setelah Veda kedapatan melaju melambat dan dinilai mengganggu laju pembalap CODE Motorsports, Ruche Moodley.
Baca Juga: Veda Pratama Kena Hukuman Berat di Moto3 Hungaria, Gimana Nasibnya di Balaton Park Sore Ini?
Insiden ini terjadi di area tikungan kelima saat keduanya tengah bersaing ketat dalam sesi kualifikasi kedua (Q2) di Sirkuit Balaton Park, Sabtu (6/6).
Karena aksi ini merupakan pelanggaran perdana yang dilakukan Veda sepanjang musim ini, pengawas balapan melayangkan sanksi LLP yang harus dieksekusi pada balapan Moto3 Hungaria.
Menariknya, Veda bukan satu-satunya pembalap yang terkena getah regulasi kelayakan laju di lintasan.
Dua pembalap muda lainnya, yakni Matteo Bertelle (LEVEL UP - MTA) dan Eddie O'Shea (GRYD Racing), juga dijatuhi hukuman serupa oleh komisi disiplin balap.
Uraian Statistik Impresif dan Insiden Pembatalan Lap Akibat Bendera Kuning
Meskipun dibayangi sanksi penalti, keberhasilan Veda mengamankan posisi start kesembilan diraih lewat catatan waktu lap terbaik 1 menit 46,845 detik.
Torehan ini sekaligus menegaskan konsistensinya di kelas ringan, di mana pembalap asal Gunungkidul, Yogyakarta, tersebut sukses mengamankan posisi start 10 besar untuk kelima kalinya dari delapan seri Moto3 2026 yang telah berjalan.
Balaton Park sendiri merupakan sirkuit baru yang belum pernah dijajal sama sekali oleh Veda dalam karier balapnya. Ditambah lagi, persiapannya sempat terganggu akibat insiden di sesi latihan bebas.
"(Sabtu) pagi ini, saya mengalami kecelakaan pada awal FP2, jadi saya tidak bisa menyelesaikan long run (simulasi balapan) yang telah kami rencanakan. Untungnya, saya baik-baik saja dan siap untuk balapan lagi dalam kualifikasi," ungkap Veda menjelaskan kendala teknis yang dihadapinya.
Meski demikian, Veda mengaku tetap memiliki rasa percaya diri yang tinggi untuk mengarungi balapan utama pada Minggu (7/6).
Performa motornya dinilai sudah berada dalam level yang kompetitif untuk melakukan manuver di lintasan.
"Di sesi Q2, saya merasa nyaman dan percaya diri di atas motor, terutama saat pengereman, cukup kuat. Itu sangat penting karena dapat sangat membantu selama balapan. Sayangnya, lap terbaik saya dibatalkan karena bendera kuning, dan selisih dengan yang di depan sangat kecil," sambung pembalap bernomor motor sembilan tersebut.
Menyikapi kerugian akibat hukuman tambahan LLP yang diterimanya, Veda menegaskan tidak akan mengendurkan targetnya untuk membawa pulang poin maksimal demi mempertahankan posisinya di papan atas klasemen dunia.
"Start dari posisi kesembilan masih merupakan hasil yang layak dan membuat kami tetap dekat dengan grup depan. Sayang sekali mendapat long lap penalty, tapi besok (Minggu) saya akan melakukan yang terbaik untuk merebut kembali posisi dan berjuang demi hasil terbaik yang bisa diraih," tandasnya optimistis.
Editor : Imron Hidayatullahh