Radar Jember – Kabar mengejutkan kembali datang dari panggung balap internasional. Pembalap muda berbakat tanah air, Veda Ega Pratama, lagi-lagi mendapatkan keuntungan besar dalam persaingan perebutan takhta juara dunia Moto3 musim 2026.
Rookie andalan Honda Team Asia tersebut kini resmi merangsek ke peringkat ketiga klasemen sementara dunia setelah rival beratnya, Adrian Fernandez, juga dijatuhi hukuman diskualifikasi.
Tak tanggung-tanggung, ia didiskualifikasi dari enam seri balapan awal.
Sanksi berat ini dijatuhkan oleh FIM MotoGP Stewards setelah pembalap Leopard Racing tersebut terbukti melakukan pelanggaran teknis yang fatal, yakni melakukan pembongkaran mesin tanpa izin resmi.
Berdasarkan dokumen resmi sanksi FIM, investigasi bermula selepas gelaran GP Prancis. Sesuai prosedur standar, pabrikan mesin meminta pembongkaran segel pada kelompok mesin pertama yang telah habis masa pakainya.
Namun, Technical Director menemukan ketidaksesuaian pada kawat pengikat segel mesin milik Fernandez.
Setelah diperiksa lebih detail, terbukti bahwa jantung pacu tersebut telah dibuka secara ilegal. Berdasarkan regulasi Pasal 2.6.3.3.13(c), mesin dengan segel yang rusak atau dirusak otomatis akan dianggap sebagai mesin baru dalam alokasi pembalap.
“Setelah dilakukan pemeriksaan lebih lanjut, dan berdasarkan temuan Direktur Teknis mengenai segel dan laporan resmi dari pabrikan mesin, ditemukan bahwa mesin ini dibuka tanpa izin,” tulis situs resmi MotoGP dalam laporan tertulisnya, Jumat (5/6/2026).
Uraian Manipulasi Segel dan Berkah Poin untuk Veda
Ternyata skandal ini tidak berhenti di situ. Pemeriksaan lanjutan pasca-balapan di Sirkuit Mugello (GP Italia) mengungkap bahwa mesin kedua Fernandez juga menunjukkan bukti manipulasi yang sama pada bagian kawat dan stiker segel.
Hasil inspeksi pabrikan memastikan adanya anomali yang menunjukkan bahwa mesin kedua ini juga telah diutak-atik tanpa otorisasi pihak berwenang.
Pihak FIM menilai tindakan Leopard Racing secara nyata melanggar Pasal 2.6.3.3 tentang Daya Tahan Mesin Kelas Moto3, serta Pasal 3.3.2.2 terkait tindakan curang yang merugikan kepentingan olahraga balap.
Imbasnya, Adrian Fernandez langsung didepak lewat sanksi diskualifikasi dari enam Grand Prix yang telah berjalan, yaitu GP Thailand, GP Brasil, GP Amerika Serikat (COTA), dan GP Spanyol (Jerez).
Ditambah lagi, pelanggaran manipulasi segel membuat namanya dicoret dari hasil GP Prancis (Le Mans) dan GP Catalunya.
Hukuman masif tersebut membuat Fernandez kehilangan hampir seluruh tabungan poinnya dan hanya menyisakan 13 poin dari GP Italia di Mugello.
Posisinya di tangga klasemen langsung terjun bebas dari peringkat ketiga ke papan bawah di luar posisi 20 besar.
Kehilangan poin secara massal yang dialami Fernandez menjadi keuntungan luar biasa bagi Veda Ega Pratama.
Ditambah dengan sanksi diskualifikasi yang menimpa Brian Uriarte (Red Bull KTM Ajo) sehari sebelumnya akibat penggunaan oli ilegal, posisi Veda di klasemen langsung terdongkrak tajam.
Baca Juga: Misi Veda Ega Pratama Taklukan Trek Asing Balaton Park: Ini Jadwal Lengkap Moto3 Hungaria
Kini, pembalap asal Gunungkidul tersebut mengoleksi total 71 poin dan berhak menduduki peringkat ketiga klasemen sementara Moto3 2026.
Selain itu, efek diskualifikasi Adrian Fernandez dari GP Prancis membuat posisi finis Veda di Le Mans otomatis naik, memberikan keuntungan tambahan dalam catatan statistik debutnya.
Kejatuhan para rival ini membuat Veda semakin nyaman memimpin perebutan gelar talenta baru terbaik musim ini, sekaligus menjadi suntikan motivasi luar biasa menjelang bergulirnya seri berikutnya di Sirkuit Balaton Park, Hungaria, akhir pekan ini.
Editor : Imron Hidayatullahh