Radar Jember – Pembalap utama pabrikan Ducati, Marc Marquez, menegaskan sama sekali tidak menyesali keputusannya untuk langsung tancap gas comeback di MotoGP Italia.
Padahal, ia memilih sirkuit yang sangat menguras fisik seperti Mugello ketimbang menunggu hingga seri berikutnya di GP Hungaria, akhir pekan ini.
Sang juara bertahan sebelumnya terpaksa absen di seri Catalunya karena harus naik meja operasi bahu guna memulihkan saraf radialnya yang terjepit.
Baca Juga: Ai Ogura Mengungkap Manuver Menyalip Marc Marquez Tidak Sepenuhnya Bersih di Mugello
Namun, ia memilih langsung menunggangi Desmosedici miliknya di hadapan publik markas Ducati di Italia.
Dalam sesi kualifikasi, Marquez sejatinya sukses membuktikan kecepatan murninya dengan mengamankan posisi keempat sekaligus menjadi penunggang Ducati tercepat. Namun, ia sadar betul akan menderita saat balapan sesungguhnya dimulai.
Terbukti, pembalap asal Spanyol ini harus puas finis kelima saat Sprint dan melorot ke posisi ketujuh pada balapan utama hari Minggu.
“Saya senang dengan keputusan yang saya ambil untuk datang ke sini,” ujar Marc Marquez pada hari Minggu (31/5/2026).
“Karena di satu sisi, saya sempat berpikir, 'ayolah, tetap di rumah saja dan kembali di Balaton (akhir pekan ini, Red) yang lintasannya lebih mudah dan lambat.' Namun di sisi lain saya berkata pada diri sendiri, 'sepanjang kariermu kamu selalu memberikan 100 persen. Jadi, jika kamu tidak berada di atas motor padahal ada peluang sekecil apa pun dan sudah mengantongi izin dokter, kamu bukanlah Marc',” tambahnya.
“Titik awalnya memang masih jauh dari apa yang saya inginkan, tetapi kami harus memulainya dari suatu titik,” tambahnya.
Marquez tak menampik bahwa Mugello adalah salah satu sirkuit paling kejam bagi pembalap yang tengah berjuang pulih dari cedera sejenis.
“Mugello adalah salah satu trek terburuk dalam kalender, sama dengan Austin, tetapi terutama Mugello, karena sangat menuntut kekuatan lengan kanan,” urai Marquez.
Sirkuit Balaton Park di Hungaria dinilai sedikit lebih ramah karena mayoritas didominasi oleh tikungan kiri. Namun, Marquez mengakui bahwa kondisi fisiknya di Mugello kemarin benar-benar terkuras habis di akhir balapan.
“Jadi Balaton, pertama-tama sirkuit itu memiliki banyak tikungan kiri. Namun memang benar bahwa di awal balapan saya tidak terlalu buruk di tikungan kiri, tetapi pada akhirnya ketika saya lelah, bahkan di tikungan kiri pun saya lambat, karena saya tidak mampu memainkan posisi tubuh saya. Jadi mari kita lihat nanti,” jelasnya.
Baca Juga: Resmi! Marc Marquez Siap Comeback di MotoGP Mugello 2026 Usai Absen Dua Seri Akibat Cedera
Fokus utamanya kini adalah mengembalikan kebugaran fisiknya agar siap menghadapi tantangan di Hungaria dengan pendekatan yang sama seperti di Italia.
“Sekarang targetnya adalah mencoba pulih dari kelelahan akhir pekan ini, dan menjalani Balaton Park seperti kami di Mugello. Berada di atas motor dan berkendara dengan cara yang baik,” tuturnya.
Meskipun peluangnya untuk mempertahankan gelar juara dunia 2026 kian menipis akibat hasil minor di Mugello, pembalap berjuluk The Baby Alien ini menegaskan bahwa target jangka panjangnya jauh lebih penting daripada sekadar hasil musim ini.
“Saya di sini karena saya ingin terus mendorong karier saya. Hanya karena tahun ini saya tidak menikmatinya, bukan berarti saya lupa kalau tahun lalu saya sangat menikmatinya. Saya ingin mencoba,” tegas Marquez.
“Namun kemudian, mari kita lihat bagaimana kondisi fisik saya di masa depan. Tapi saya di sini bukan hanya untuk memperebutkan gelar juara (2026, Red) dan meraup poin. Saya di sini untuk mencoba memperpanjang karier saya,” tambahnya.
Akibat balapan yang menyiksa tersebut, posisi Marquez kini melorot ke peringkat kedelapan di klasemen sementara kejuaraan dunia, tertinggal hingga 102 poin dari pemuncak klasemen asal tim Aprilia, Marco Bezzecchi.
Editor : Imron Hidayatullahh